Pengaruh Ekstrak Bayam Merah (Amaranthus gangeticus) terhadap Morfologi Stratum Hipokampus Model Anak Mencit Pascasapih Induk yang Terpapar Timbal Selama Masa Kehamilan

Abstract: Kandungan antioksidan ekstrak bayam merah (Amaranthus gangeticus) diduga dapat melawan efek toksik timbal asetat pada sistem saraf pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh pemberian ekstrak bayam merah terhadap morfologi hipokampus model anak mencit (Mus musculus) pascasapih yang induknya terpapar timbal asetat per oral selama masa kehamilan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hewan Coba Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga (FKUA) pada bulan April–Juni 2013. Dua puluh tujuh ekor anak mencit pascasapih dibagi dalam 3 kelompok: M0 (sodium carboxymethyl cellulose atau CMC Na 0,5%), M1 (CMC Na 0,5%+timbal asetat 1,16 mg/10 g BB/hari) dan M2 (CMC Na 0,5%+timbal asetat 1,16 mg/10 g BB/hari+ekstrak bayam merah 382,2 mg/10 g BB/hari). Sediaan otak diambil untuk dibuat preparat histologi dengan pewarnaan hematoxylin-eosin (HE). Lebar stratum granulare girus dentatus (GD), stratum oriens-piramidale (SOP) CA1, CA2, dan CA3 dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) dan least significant different (p<0,05). SOP CA1 dan CA2 pada kelompok M2 lebih lebar dibandingkan dengan kelompok M1 (p<0,05). SOP CA1 kelompok M2 lebih lebar pula bila dibandingkan dengan M0 (p=0,001). Lebar SG dari GD dan SOP CA3 kelompok M2 menunjukkan nilai yang lebih tinggi (p>0,05). Simpulan, pemberian ekstrak bayam merah dapat mengurangi efek negatif timbal asetat yang merusak struktur hipokampus model anak mencit pascasapih yang induknya terpapar timbal selama kehamilan.
Kata kunci: Bayam merah, hipokampus, timbal asetat
Penulis: Viskasari Kalanjati, Made Pury Pratiwi, Noer Halimatus Syakdiyah, Etha Dini Widiasi, Mayang Rizki Anggraeni, Intan Anggun Pratiwi, Raden Argarini
Kode Jurnal: jpkedokterandd140084

Artikel Terkait :