PENENTUAN DOSIS TANIN DAN SAPONIN UNTUK DEFAUNASI DAN PENINGKATAN FERMENTABILITAS PAKAN

ABSTRAK: Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengkaji  pengaruh  penambahan  tanin,  saponin  atau kombinasinya pada konsentrat dalam ransum terhadap daya defaunasi dan fermentabilitas pakan secara  in  vitro  serta  mencari  dosis  terbaiknya.  Penelitian  menggunakan  metode  eksperimental dengan  rancangan  acak  lengkap.    Perlakuan  yang  diberikan  adalah  T0:  pakan  tanpa  tanin  dan saponin; T1: pakan dengan saponin 1,2%; T2 : pakan dengan tanin 0,5% dan saponin 0,9% dan T3 : pakan dengan tanin 1% dan saponin 0,6%; T4 : pakan dengan tanin 1,5% dan saponin 0,3% dan T5 : pakan dengan tanin 2% tanpa saponin. Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya perlakuan penambahan tanin, saponin maupun kombinasinya terjadi penurunan populasi protozoa (P<0,05) pada semua perlakuan, sebaliknya terjadi peningkatan populasi bakteri.  Produksi NH3  juga mengalami peningkatan (P<0,05) sementara imbangan asetat dengan propionat menurun. Produksi gas  total  mengalami  peningkatan  dengan  rata-rata  berkisar  antara  62,59-69,35  ml/200mgBK. Penambahan  tanin,  saponin  dan  kombinasinya  memberikan  pengaruh  yang  terbaik  pada  pakan dengan penambahan tanin 1% dan saponin 0,6% terhadap protozoa dan NH3 (P<0,05) akan tetapi tidak berpengaruh nyata pada produksi gas dan propionat. Dapat disimpulkan bahwa penambahan kombinasi ekstrak tanin dan saponin dalam pakan pada dosis tanin 1% dan saponin 0,6% terbukti mampu memberikan efek defaunasi dan fermentabilitas pakan yang terbaik.
Kata kunci: Tanin, Saponin, Defaunasi, Fermentabilitas pakan
Penulis: I. M. D. Wahyuni, A. Muktiani dan M. Christianto
Kode Jurnal: jppeternakandd140195

Artikel Terkait :