PELAKSANAAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU PERAH PADA IBU PEKERJA DI FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
Abstract: Pengetahuan ibu yang
memadai tentang pentingnya pemberian ASIP akan membuat ibu berupaya untuk
melaksanakan ASI eksklusif selama 6 bulan kemudian dilanjutkan sampai usia anak
2 tahun. Tujuan: Melakukan eksplorasi pelaksanaan pemberian ASIP pada ibu
pekerja di FIKKES UNIMUS. Metode : Penelitian ini menggunakan studi kualitatif
dengan pendekatan fenemonologi yang bersifat retrospektif. Informan penelitian
adalah wanita pekerja di lingkungan FIKKES UNIMUS. Data dikumpulkan dengan
wawancara mendalam kemudian dilakukan analisis dengan teknik kualitatif. Hasil
: penelitian menunjukkan ibu mendapatkan informasi ASI perah (ASIP) dari teman.
Semua informan menganggap bahwa ASI adalah nutrisi yang terbaik bagi bayi dan
ASIP menjadi solusi untuk wanita pekerja. Pemerahan ASI dilakukan sejak bayi
lahir dan mendekati masa cuti habis. ASI diperah dengan cara dipompa untuk
memberikan jumlah lebih optimal. Pemerahan ASIP tidak terjadwalkan sesuai teori
setiap 2 jam sekali, tetapi menunggu payudara terasa penuh. Sedangkan pemerahan
ASIP di rumah pada malam hari dan pagi hari. Penyimpanan ASIP di kantor
diletakkan pada lemari pendingin dan lemari pembeku, sedangkan penyimpanan ASIP
di rumah lebih banyak pada lemari pembeku dengan memberikan kode pada tiap
botol ASIP. Informan menyiapkan ASIP pada lemari pendingin sebelum berangkat
bekerja. Kendala yang dihadapi selama praktik pemberian ASIP adalah bendungan
ASI, puting susu lecet, dan produksi ASI yang sedikit. Cara mengatasi kendala yang
dihadapi antara lain, menjaga pikiran tetap tenang, menjaga asupan makanan,
pijat punggung, minum obat pereda nyeri, minum jamu, dan minum vitamin.
Informan menyatakan didukung oleh suami dalam pemberian ASIP dalam bentuk
pemberian motivasi, pemberian fasilitas seputar ASIP, menemani pada saat
memerah. Kebijakan khusus perusahaan mengenai ASIP belum dirasakan oleh
informan. Selama memerah ASIP informan tidak mendapat larangan dari pimpinan,
tetapi pemerahan dilakukan di laboratorium atau ruang kerja karenan belum
tersedia ruang khusus laktasi. Manfaat yang dirasakan selama memberikan ASIP
antara lain hemat, daya tahan tubuh bayi bagus, kedekatan emosional anak dengan
ibu baik, serta penurunan berat badan pasca melahirkan menjadi lebih cepat.
Simpulan : Informan tidak memiliki persepsi negatif mengenai ASIP, tetapi
mengeluhkan perubahan bentuk payudara. Perusahaan sebaiknya memberikan ruangan
khusus laktasi untuk memudahkan ibu bekerja dalam memerah ASI. Dan kepada
informan untuk memberikan informasi ASIP kepada calon ib menyusui terutama
wanita pekerja.
Penulis: Dwi Wahyuni, Novita
Kumalasari
Kode Jurnal: jpkebidanandd140080