MODEL INTEGRASI PENDIDIK KOMUNITAS DAN SISTEM POIN “RP” (REWARD-PUNISHMENT) UNTUK PENCAPAIAN CONDOM USE 100% DI LOKALISASI
Abstract: Di Indonesia,
diprediksi lebih dari 50% WPS adalah menderita PMS. Penggunaan kondom merupakan
salah satu strategi pencegahan penularan PMS dan HIV. Di lokalisasi Banyu Putih
Batang, program kondom 100% masih sulit dicapai. Pemberdayaan bagi WPS menjadi
pilar utama, agar WPS tidak hanya menjadi objek, tetapi juga menjadi subjek
yang dapat merubah perilaku di komunitasnya. Penelitian ini menerapkan inovasi
Pengembangan Model Pendidik Komunitas dan Sistem Poin “RP” (Reward-Punishment)
untuk upaya pencapaian Condom Use 100%. Penelitian menggunakan desain
eksperimen dengan rancangan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kelompok
pembanding eksternal. Penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sejumlah
71 orang Wanita Pekerja Seks (WPS) di lokalisasi Banyu Putih. Hasil menunjukkan
bahwa 80% WPS dan atau pelanggannya tidak selalu menggunakan kondom saat
berhubungan seksual. Faktor yang menghambat adalah pengetahuan WPS tentang
HIV/AIDS, sikap terhadap penggunaan kondom, serta kurang terampilnya WPS dalam
negosiasi kondom. Pada kelompok intervensi, setelah diterapkannya model
integrasi Pendidik Komunitas dan sistem reward-punishment, praktik penggunaan
kondom meningkat menjadi 82,9%. Ini menunjukkan terdapat perbedaan yang
siginifikan praktik penggunaan kondom antara sebelum dan sesudah intervensi.
Sedangkan pada kelompok kontrol tidak menunjukkan adanya perbedaan.
Penulis: Mahalul Azam, Arulita
Ika Fibriana, Muhammad Azinar
Kode Jurnal: jpkesmasdd140146