KAJIAN PENGGUNAAN OBAT INTRAVENA DI SMF PENYAKIT DALAM RSUD DR. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI
Abstrak: Injeksi merupakan
salah satu cara pemberian obat yang biasa digunakan dalam mengobati penyakit.
Injeksi saat ini telah menjadi prosedur pengobatan yang paling umum ditemukan
di dunia dengan 16 milyar injeksi diberikan setiap tahunnya. Pasien sebaiknya
tidak diberikan injeksi intravena bila terapi per oral dapat dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari ketepatan pilihan penggunaan
obat secara intravena mengacu pada sembilan kriteria penggunaan obat secara
intravena (Scot, 2003; Mycek, 2001; Ansel, 1989). Penelitian dilakukan dengan
metode observasi prospektif melalui pengamatan langsung pada kondisi pasien
yang mendapatkan obat dalam bentuk sediaan intravena dengan memperhatikan juga
data rekam medik nya. Teknik pengambilan sampel menggunakan metoda purposive
sampling di SMF Ilmu Penyakit dalam RSUD
Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi dari Mei sampai Agustus 2009.
Setelah dilakukan penelitian di dapatkan penggunaan sediaan intravena
untuk 81 orang pasien dengan 134 kali
pemberian injeksi. Dalam penelitian ini masih ditemukan pemilihan penggunaan
sediaan intravena yang tidak tepat yaitu pada 21 kali pemberian (15,7%) pada
penggunaan furosemid, metoklopramide dan ranitidin.
Farmasis sangat di butuhkan di ward/bangsal untuk memberikan rekomendasi
farmasis supaya tidak terdapat keraguan dalam pemilihan penggunaan sediaan
intravena sehingga peran farmasis sebagai drugs therapy advisor dapat
dijalankan.
Penulis: Hansen Nasif,
Monalisa Yuned, Husni Muchtar
Kode Jurnal: jpfarmasidd130018