KAJIAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT INAP BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI-DESEMBER 2010

ABSTRAK: Hipertensi  pada  pasien  diabetes  melitus  tipe  2  (DM  tipe  2)  dapat  meningkatkan  komplikasi mikrovaskuler  dan  makrovaskuler.    Kontrol  terhadap  tekanan  darah  dapat  menurunkan  risiko terjadinya  komplikasi  serta  angka  kematian.    Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengkaji  antihipertensi yang  digunakan  pada  pasien  DM  tipe  2  dengan  hipertensi  di  Instalasi  Rawat  Inap  BLU  RSUP  Prof. Dr. R. D. Kandou Manado selama tahun 2010.  Penelitian ini bersifat deskriptif yang dilakukan secara retrospektif  terhadap  rekam  medik  pasien.    Pengambilan  sampel  dilakukan  secara purposive di Instalasi Rekam Medik BLU RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado selama bulan Oktober-Desember 2011, dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 41.  Kategori usia pasien DM tipe  2  terbanyak yaitu  pada  rentang  antara  45  sampai  64  tahun  (70,73%).    Pola  terapi  antihipertensi pada pasien DM tipe 2, terdiri atas terapi tunggal (60,98%) dan kombinasi (39,02%). Pada kelompok terapi  tunggal,  golongan  antihipertensi  yang  sering  digunakan  yaitu Angiotensin  Converting  Enzyme Inhibitor (ACE-I) (31,82%), diikuti oleh Calsium Chanell Blocker (CCB) (27,27%) dan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) (22,73%).  Obat antihipertensi yang sering digunakan pada kelompok terapi kombinasi  yaitu  kombinasi  antara  golongan  ACE-I  dan  CCB,  ARB  dan  CCB  masing-masing (21,05%), diikuti oleh kombinasi ACE-I dan ARB (15,83%).
Kata kunci: hipertensi, diabetes melitus tipe 2, antihipertensi
Penuli:s Dian Ariyanti Ansa, Lily Ranti Goenawi, Heedy M.Tjitrosantoso
Kode Jurnal: jpfarmasidd120108

Artikel Terkait :