HUBUNGAN UMUR DAN LAMANYA HEMODIALISIS DENGAN STATUS GIZI PADA PENDERITA PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RS. DR. M. DJAMIL PADANG

Abstrak: Penyakit Ginjal Kronik (PGK) masih merupakan masalah kesehatan dunia karena prevalensinya yang meningkat, “ireversible” dan progresif. Malnutrisi lebih banyak ditemukan pada PGK. Sebanyak 40% malnutrisi ditemukan pada penderita pada awal hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan umur dan lamanya hemodialisis dengan status gizi pada penderita penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Ini adalah suatu penelitian Cross Sectional Study yang dilakukan pada bulan Oktober 2013 di Unit Hemodialisis RS Dr. M. Djamil Padang. Telah Diteliti sebanyak 59 orang penderita PGK. Penilaian gizi diukur dengan Lingkaran Lengan Atas (LILA) dan Tebal Lipat Kulit (Skin Fold). Data dianalisa dengan program SPSS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa umur penderita berkisar 22-75 tahun dengan rata-rata 52,39 ±10,39 tahun dan terbanyak umur 50-59 tahun yaitu sebesar 50,86%. Lamanya menjalani hemodialisis berkisar 1-97 bulan dengan rata-rata 24,54 ± 24,69 bulan. Malnutrisi pada penderita PGK berdasarkan LILA dan Skin Fold, didapatkan berturut-turut 33 orang (55,93%) dan32 orang (54,24%). Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara gambaran gizi dengan umur dan lamanya menjalani hemodialisis (p>0,05, r<1). Kesimpulan dari studi ini adalah malnutrisi pada PGK yang menjalani hemodialisis berkisar antara 54,24% – 55,93%. Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan umur dan lamanya menjalani hemodialisis
Kata kunci: PGK, malnutrisi, umur
Penulis: Hannie Qalbina Syaiful, Fadil Oenzil, Rudy Afriant
Kode Jurnal: jpkedokterandd140092

Artikel Terkait :