HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK GMIM SOLAFIDE KELURAHAN UNER KECAMATAN KAWANGKOAN INDUK KABUPATEN MINAHASA

Abstrak: Anak usia prasekolah yaitu antara 3 sampai 6 tahun dimana masa usia prasekolah merupakan masa kritis dalam pembentukan sumber daya yang berkualitas. Pada masa ini anak juga sedang mengalami perkembangan motorik yang pesat termasuk perkembangan motorik halus. Status gizi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik halus pada anak. Tujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah di TK GMIM Solafide Kelurahan Uner Kecamatan Kawangkoan Barat Kabupaten Minahasa. Metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah 42 responden. Penilaian status gizi menggunakan pengukuran antropometri berat badan berdasarkan umur, sedangkan penilaian perkembangan motorik halus menggunakan lembar observasi Denver II. Data hasil penelitian diolah dengan bantuan program komputer menggunakan uji Chi Square pada tingkat kemaknaan 95% (=0,05). Hasil menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan perkembangan motorik halus anak usia prasekolah. Uji statistik chi-squre didapatkan hasil p=0.004. Kesimpulan status gizi yang baik mempengaruhi perkembangan motorik halus anak,sehingga anak dapat mencapai perkembangan motorik halus yang optimal sesuai usianya. Saran melalui penelitian ini pemantauan status gizi dan perkembangan motorik halus anak dapat dilakukakan.
Kata kunci: Anak Usia Prasekolah, Status Gizi, Perkembangan Motorik Halus
Penulis: Mariani Gabriela Kasenda, Sisfiani Sarimin, Franly Onibala
Kode Jurnal: jpkeperawatandd150053

Artikel Terkait :