HUBUNGAN POLA TIDUR DENGAN KEJADIAN ACNE VULGARIS PADA MAHASISWA SEMESTER V (LIMA) PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO
Abstrak: Acne vulgaris adalah
salah satu penyakit kulit yang sering menjadi masalah bagi remaja dan dewasa
muda. Banyak faktor resiko yang dapat mempengaruhi timbulnya penyakit ini,
seperti faktor genetik, hormonal, stres, mikroorganisme Propionibacterium
acnes, dan faktor lingkungan lainnya. Peranan tidur mulai dianggap berpengaruh
terhadap timbulnya acne vulgaris oleh beberapa blog kecantikan dan sebagian
masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola
tidur dengan kejadian acne vulgaris.Penelitian ini bersifat analitik dengan
desain case control. Penelitian menggunakan tehnik simple random sampling
berjumlah 36 responden yang dilakukan pada mahasiswa semester lima Program
Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado
pada Desember tahun 2014. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan
kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan uji chi square, pada tingkat
kemaknaan 95% (α 0,05). Dari penelitian didapati bahwa 18 orang (50,0%), dari
responden menderita acne vulgaris dan sebagian besar mahasiswa memiliki pola
tidur yang baik sebanyak 19 responden (52,8%). Uji statistika dari pola tidur
dan kejadian acne vulgaris mendapati p-value sebesar 1,000. Tidak ada hubungan
signifikan antara pola tidur dengan kejadian acne vulgaris pada mahasiswa
semester V (Lima) Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran
Universitas Sam Ratulangi Manado.
Penulis: Amelia Wulandari,
Billy J. Kepel, Sefty S. Rompas
Kode Jurnal: jpkeperawatandd150040