Hubungan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan Status Gizi Anak Usia 4-24 Bulan (Studi Di Wilayah Kelurahan Wonodri Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang)
Abstract: Permasalahan gizi
kurang dan gizi buruk masih menjadi masalah utama di Indonesia. Hal ini
terbukti dengan masih terungkapnya kasus gizi kurang dan gizi buruk pada bayi
dan anak-anak di berbagai daerah. Keadaan seperti ini terutama pada bayi dapat
menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Ada beberapa faktor yang
dapat mempengaruhi status gizi salah satunya adalah asupan. Dapat diartikan
bahwa status gizi seseorang merupakan gambaran apa yang dikonsumsinya. Anak
usia 4-24 bulan memperoleh kecukupan gizinya dengan ASI dan MP-ASI.Metode:
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross
sectional. Populasinya adalah anak usia 4-24 bulan di Kelurahan Wonodri
Kecamatan Semarang Selatan. Sampel dipilih secara purposif pada RW III dan V
sejumlah 34 anak dengan kriteria inklusi dalam keadaan sehat dan berusia 4-24
bulan. Data yang dikumpulkan meliputi identitas keluarga, status gizi (BB/U),
pemberian ASI dan MP-ASI. Data katagorik
diuji dengan Chi Square. Data numerik yang berdistribusi normal diuji
dengan Korelasi Person. Data numerik yang berdistribusi tidak normal di uji
dengan Rank Spearman.Hasil: Uji Chi Square p>0,05 sehingga tidak ada hubungan antara pemberian kolostrum,
ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI dengan status gizi. Uji Korelasi Person
p<0,05 sehingga ada hubungan antara frekuensi pemberian ASI dalam 1 hari
dengan status gizi. Uji Rank Spearman p>0,05 sehingga ada hubungan antara
usia awal pemberian MP-ASI dengan status gizi.Kesimpulan: Tidak ada hubungan
antara pemberian kolostrum, ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI dengan status
gizi. Ada hubungan antara frekuensi pemberian ASI dalam 1 hari, usia awal
pemberian MP-ASI dengan status gizi.
Penulis: Akhmad Afrianto,
Darmono SS2, Merry Tiyas Anggraini
Kode Jurnal: jpkedokterandd120183