Hubungan Kejadian Carcinoma Cervicis Uteri dengan Umur, Status Perkawinan, dan Paritas di RSUP Dr Kariadi Semarang Periode Januari - Maret 2011
Abstract: Carcinoma cervicis
uteri adalah penyakit yang insiden dan angka kematiannya masih tinggi.. Setiap
tahunnya, terdapat 500.000 kasus baru carcinoma cervicis uteri dan lebih dari
250.000 kematian di dunia. Carcinoma cervicis uteri sering dihubungkan dengan
faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor instrinsik adalah yang berhubungan
dengan sosiodemografi seseorang misalnya genetik, suku / ras, usia, status
perkawinan, tingkat pendidikan, dsb. Sedangkan faktor ekstrinsik antara lain
bahan karsinogen, virus HPV, tingginya paritas, gaya hidup, rokok, dsb.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan
kejadian carcinoma cervicis uteri dengan umur, status perkawinan, dan paritas
di RSUP Dr. Kariadi Semarang periode Januari - Maret 2011.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan
retrospektif. Sampel diambil dengan teknik total sampling dari populasi pasien
rawat inap di ruang ginekologi RSUP Dr. Kariadi Semarang periode Januari –
Maret 2011 yang pernah dilakukan biopsi cervix uteri. Variabel bebas dalam
penelitian ini adalah umur, status perkawinan, dan paritas sedangkan variabel
terikatnya adalah kejadian carcinoma cervicis uteri.
Hasil dan Kesimpulan : Dari 124 pasien yang diteliti, yang menderita carcinoma cervicis uteri sebanyak
84 (67,7%) pasien, yang memiliki umur risiko tinggi (≥35 tahun) sebanyak 119
(96,0%) pasien, yang kawin 122 (98,4%) pasien, nullipara 7 (5,6%) pasien,
primipara 45 (36,3%) pasien, multipara dan grande multipara 72 (58,1%) pasien.
Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji regresi logistik ganda, diketahui
bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian carcinoma cervicis adalah
paritas (p= 0,013). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan dengan
kejadian carcinoma cervicis uteri adalah umur (p= 0,591) dan status perkawinan
(p= 0,649 ). Kemudian variabel dominan
yang berhubungan dengan kejadian carcinoma cervicis uteri adalah paritas
(p=0,013).
Penulis: Hanif Alienda
Wardhani, Siti Moetmainnah, Noor Yazid
Kode Jurnal: jpkedokterandd120191