Hubungan Jenis Kelamin, Status Pernikahan, dan Status Pekerjaan dengan Gangguan Ansietas Menyeluruh di Klinik Psikiatri RS dr. Pirngadi Medan
Abstract: Gangguan ansietas
menyeluruh merupakan bagian penting dari beban global penyakit, dan
diproyeksikan sebagai penyebab kedua paling umum kecacatan pada tahun 2020.
Gangguan ansietas menyeluruh menyebabkan peningkatan distres dan terganggunya fungsi kehidupan.
Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan consecutive sampling
pada 100 pasien klinik psikiatri Rumah Sakit dr. Pirngadi Medan selama periode
1 Juli hingga 31 Juli 2012. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
menggunakan kuesioner, Mini International Neuropsychiatric Interview for
International Classification of Disease-10 (MINI ICD-10), dan dilanjutkan
dengan kriteria diagnostik Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di
Indonesia III (PPDGJ III) yang digunakan di Indonesia untuk konfirmasi
diagnosis. Hasil penelitian ini mengungkapkan, jumlah pasien dengan gangguan
ansietas menyeluruh adalah 23%. Jumlah gangguan ansietas menyeluruh
diidentifikasi lebih besar dalam kelompok subjek perempuan (14/23), menikah
(13/23), dan bekerja (12/23). Simpulan, tidak ada hubungan jenis kelamin,
status pernikahan, dan status pekerjaan dengan gangguan ansietas menyeluruh.
Penulis: Nining Gilang Sari,
Elmeida Effendy, Mustafa Mahmud Amin
Kode Jurnal: jpkedokterandd140414