Hubungan Imunoekspresi NF-kB dengan Sinus Rokitansky Aschoff pada Kolesistitis Kronik
Abstract: Karsinoma kandung
empedu relatif jarang, tetapi merupakan penyakit yang sangat mematikan.
Keganasan kandung empedu merupakan 3−4% dari seluruh lesi ganas dan menempati
urutan ke-5 di antara tumor sistem pencernaan. Karsinoma kandung empedu sulit
dideteksi dan didiagnosis pada stadium awal, karena biasanya gejalanya sangat
sedikit atau tanpa gejala. Oleh karena itu sangat penting menegakkan diagnosis
secara dini dan mendeteksi pasien risiko tinggi, termasuk batu dan riwayat
kolesistitis kronik. Kolesistitis kronik merupakan peradangan kronik pada
kandung empedu dan disertai kolelitiasis pada lebih dari 90% kasus. Batu empedu
merupakan faktor etiologi yang penting pada karsinoma kandung empedu. Pada
gambaran histopatologi kolesistitis kronik ditemukan sinus Rokitansky Aschoff.
Pendekatan genetik telah membuktikan komponen inflamasi berperan dalam
karsinogenesis, seperti primary inflammatory cytokines, interleukin-1 (IL-1),
tumor necrosis factor (TNF), IL-6, dan nuclear factor-kappaB (NF-kB). Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui hubungan imunoekspresi NF-kB dengan sinus
Rokitansky Aschoff pada kolesistitis kronik. Metode penelitian adalah potong
lintang terhadap 30 kasus kolesistitis kronik yang berasal dari Departemen
Patologi Anatomi Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung/Fakultas Kedokteran
Universitas Padjadjaran tahun 2010−2011. Potongan blok parafin dari jaringan
kolesistitis kronik setebal 4 µm diwarnai dengan hematoksilin eosin untuk
evaluasi gambaran histopatologi dan pemeriksaan imunohistokimia menggunakan
polyclonal NF-kB antibody. Perhitungan sel yang imunoreaktif dilakukan di bawah
mikroskop cahaya dengan pembesaran 400x, dihitung rata-rata pada 5 tempat.
Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara imunoekspresi NFkB
dan sinus Rokitansky Aschoff (p=0,000). Simpulan, terdapat hubungan
imunoekspresi NFkB dengan sinus Rokitanski Aschoff, semakin tinggi
imunoekspresi NFkB semakin banyak sinus Rokitansky Aschoff. [MKB.
2014;46(2):106–11]
Penulis: Herry Yulianti, Bethy
S. Hernowo
Kode Jurnal: jpkedokterandd140367