HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRI MESTER I DI BPS NY. SAYIDAH KENDAL
Abstract: Gangguan mual muntah
biasanya berlangsung hingga minggu ke dua puluh kehamilan yang ditandai dengan
mual tidak terkendali serta muntah-muntah hampir sepuluh kali tiap hari, hal
ini lebih dikenal dengan istilah hiperemesis gravidarum. Stres dianggap sebagai
salah satu faktor penyebab terjadinya hiperemesis gravidarum dimana stres ini
merupakan bentuk psikologik yang memegang peranan yang penting pada penyakit.
Data yang didapatkan peneliti di BPS Ny. Sayidah Kendal menunjukkan terdapat
110 ibu hamil dengan keluhan mual muntah sebanyak 57 ibu hamil. Tujuan :
mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian hiperemesis gravidarum
pada ibu hamil trimester I di Bidan Praktik Swasta (BPS) Ny. Sayidah Kendal. Metode
: Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi. Populasi dalam penelitian ini
adalah semua ibu hamil trimester I yang melakukan kunjungan ANC di BPS. Ny.
Sayidah Kendal pada Juli 2011-Juni 2012 yang berjumlah 387 orang. Teknik
samplingnya adalah quota sampling dengan jumlah 79. Hasil : penelitian ini
menunjukkan sebagian besar tingkat stress yang dialami oleh ibu adalah dalam
kategori ringan (79,7%) yang ditandai oleh seringnya merasa kesulitan untuk
tenang setelah sesuatu yang mengganggu, sebagian besar tidak terjadi
hiperemesis (78,5%). Simpulan : hubungan yang bermakna antara tingkat stress
dengan kejadian hiperemesis pada ibu hamil tri mester I di BPS Ny. Sayidah
Kendal.
Penulis: Sulistyowati, Edy
Soesanto, Indri Astuti Purwanti
Kode Jurnal: jpkebidanandd140063