GANGGUAN FUNGSI PARU DAN KADAR COTININE PADA URIN KARYAWAN YANG TERPAPAR ASAP ROKOK ORANG LAIN
Abstract: Survei pemantauan
Kualitas Udara pada tahun 2011 di 78 tempat umum di Kota Semarang menunjukkan
rata-rata PM2.5 di tempat-tempat yang diperbolehkan merokok adalah 94,76 mg/m3
dan di tempat-tempat yang tidak diperbolehkan merokok adalah 34,60 mg/m3. Café dan
restoran adalah tempat umum dngan tingkat PM2.5 tertinggi. Rata-rata dari PM2.5
di restoran adalah 72,60mg/m3 dan di café 64,84mg/m3. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui efek paparan asap rokok terhadap fungsi paru dan cotinine urin
karyawan cefe dan restoran di kota Semarang. Data dikumpulkan dari 13 cafe dan
restoran dengan responden 70 orang karyawan non-perokok. Instrumen yang dipakai
adalah spirometri, enzyme-linked immunosorbent assay (Elisa), aerosol sidepack,
dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20% responden mengalami
restriksi ringan, 2,9% obstruksi ringan dan 2,9% obstruksi sedang. Rata-rata
cotinine urine karyawan café adalah 42,902ng/ml dan karyawan restoran
33,609ng/ml. Rata-rata PM2.5 di café adalah 121,65 mg/m3 dan di restoran adalah
68,27μg/m3. Faktor-faktor yang berhubungan dengan cotinine urine adalah lama
paparan SHS per hari (rho = 0,364, p-value = 0,002) dan perilaku merokok rekan
kerja (p-value = 0,006). Umur berkorelasi dengan fungsi paru (rho = 0,272,
p-value = 0,023) dan ada hubungan negative antara cotinine urin dan fungsi paru
(rho = 0,266, p-value = 0.026).
Penulis: Nurjanah, Lily
Kresnowati, Abdun Mufid
Kode Jurnal: jpkesmasdd140148