Efisiensi Sterilisasi Alat Bedah Mulut Melalui Inovasi Oven dengan Ozon dan Infrared
Abstract: Odontektomi gigi
molar rahang bawah yang tumbuh tidak normal merupakan operasi yang paling
sering dilakukan pada bagian bedah mulut. Tujuan sterilisasi adalah membunuh semua
bentuk mikroorganisme hidup termasuk sporanya pada alat-alat yang disterilkan.
Tujuan penelitian ini untuk menilai efisiensi proses sterilisasi dengan
pemanasan kering, oven dengan ozon dan infrared sebagai pengendalian infeksi.
Penelitian eksperimen laboratoris ini dilakukan di bagian Bedah Mulut dan
Maksilofasial Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dan Laboratorium Mikrobiologi
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Jatinangor. Sterilisasi
dilakukan dengan tiga metode, pemanasan kering dengan oven+ozon, pemanasan
kering dengan oven+infra merah pada suhu 125°C selama 15 menit, keduanya
dipantau dengan Bacillus atrophaeus sebagai indikator biologis, dan
autoklafisasi pada 121°C selama 15 menit dengan Geobacillus stearothermophilus
sebagai pemantauan biologis, dengan 17 kali pengulangan. Setelah sterilisasi,
semua indikator ditanam pada lempeng agar, dan dinilai pertumbuhannya. Jumlah
koloni dihitung menggunakan alat penghitung koloni bakteri elektris Stuart.
Setiap proses sterilisasi disertai kontrol positif dan negatif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa setelah autoklafisasi semua spora mati, sebaliknya
sterilisasi dengan oven, masih menghasilkan pertumbuhan koloni pada lempeng
agar, tetapi setelah 3 kali pengulangan oven+infra merah tidak terdapat
pertumbuhan koloni. Pemanasan dengan oven+ozon hanya mengurangi jumlah spora,
bahkan sampai 5 kali pengulangan. Pengurangan jumlah koloni berbanding terbalik
dengan peningkatan pengulangan. Berdasarkan analisis statistik ternyata
perbedaannya sangat bermakna. Simpulan penelitian ini bahwa sterilisasi dengan
oven+infra merah akan dicapai setelah 3 kali pengulangan (30-35 menit) dan
sterilisasi dengan oven+ozon hanya membunuh bakteri dalam bentuk vegetatif.
Kata kunci:
sterilisasi, Bacillus atrophaeus, Geobacillus
stearothermophilus,
pemanasan kering, autoklafisasi
Penulis: Florence Meliawaty
Kode Jurnal: jpkedokterandd120171