Efek Pemberian Ekstrak Kulit Jeruk Keprok (Citrus Reticulata) terhadap Cell-Cycle G1 Arrest dan Apoptosis pada Sel Kultur Retinoblastoma
ABSTRAK: Retinoblastoma adalah
kanker intraokular yang terjadi pada anak usia dini, disebabkan oleh
terganggunya supresor tumor gen RB baik
secara herediter maupun
nonherediter. Tatalaksananya adalah
enukleasi, eksentrasi, kemoterapi,
laser fotokoagulasi, cryotherapi, dan radioterapi. Apabila tidak diobati
hampir seluruh pasien mengalami proses desak ruang dan penyebaran tumor.
Kemoterapi bukan merupakan pilihan terapi selektif karena hal ini semakin
merusak sel normal pada jaringan yang normal. Sehingga peneliti mencari
alternatif terapi seperti ekstrak kulit jeruk keprok yang memiliki fungsi sebagai
anti karsinogenik, anti
tumor, anti invasif
dan anti metastasis.
Penelitian ini merupakan
analitik eksperimental pada sel kultur retinoblastoma yang dipapar
dengan ekstrak kulit jeruk keprok. Sel kultur retinoblastoma dibagi menjadi 4
kelompok, yaitu kelompok kontrol,
kultur+ekstrak kulit jeruk keprok dosis 10mg/mL, kultur+ekstrak kulit jeruk
keprok dosis 20mg/mL dan kultur+ekstrak kulit jeruk keprok dosis 40mg/mL.
Diinkubasi selama 72 jam lalu dilakukan pengecatan dengan
propidium iodide untuk
diperiksa menggunakan flowcitometry. Hasil
pemeriksaan dengan flowcitometry berupa
gambaran histogram dari
siklus sel dan
apoptosis. Sel kultur
retinoblastoma pada fase
G1/S, kelompok kontrol (15,03±3,03), kelompok ekstrak kulit jeruk keprok
dosis 10mg/mL (12,47±2,51), 20mg/mL (12,30±1,33) dan 40mg/mL (10,80±1,52)
(p=0,027) menunjukkan bahwa ekstrak kulit jeruk keprok tidak menginduksi G1
arrest. Pada data apoptosis, kelompok
kontrol (35,0±3,96), kelompok
ekstrak kulit jeruk
keprok dosis 10mg/mL
(33,63±0,88), 20mg/mL (38,48±8,96) dan 40mg/mL (64,42±2,09) (p=0,000)
menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit jeruk keprok menginduksi apoptosis
pada sel kultur retinoblastoma. Kulit buah jeruk keprok (Citrus reticulata)
mengandung berbagai macam senyawa flavonoid,
yang bertindak sebagai
anti-karsinogenik,
anti-tumor, anti-invasif dan
anti-metastasis. Pemberian ekstrak kulit jeruk keprok tidak menginduksi
cell-cycle G1 arrest tetapi menginduksi proses apoptosis.
Kata Kunci: Apoptosis,
cell-cycle G1 arrest, ekstrak kulit jeruk keprok (Citrus reticulata), sel
kultur retinoblastoma
Penulis: Syarifah Rohaya ,
Hariwati , Lely Retno W , Hidayat Sujuti
Kode Jurnal: jpkedokterandd140432