EFEK NEFROPROTEKTIF INFUS DAUN SUKUN (Artocarpus altilis (Park.) Fsb.) PADA TIKUS JANTAN YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA

ABSTRAK: Gangguan fungsi ginjal dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya penyakit hipertensi, adanya sumbatan pada saluran kemih, kelainan autoimun, infeksi saluran emih, diabetes mel litus, konsumsi obat-obatan yang berefek nefrotoksik dan obat antibiotik golongan aminoglikosida. Daun sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fsb.) merupakan tanaman tradisional yang secara empiris digunakan untuk mengobati penyakit ginjal. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efek nefroprotektif infus daun sukun pada tikus putih jantan galur Sprague-Dawley yang diinduksi dengan karbon tetraklorida. Hewan uji terdiri atas 25 ekor tikus yang dibagi atas lima kelompok secara acak, kelompok I merupakan kontrol normal yang diberi CMC 0,5 %, kelompok II diinduksi dengan karbon tetraklorida dalam minyak kelapa dengan dosis 0,4 mL/kg bb tikus, kelompok III, IV dan V diberi sediaan uji selama 7 hari dengan dosis berturut-turut 13,5 g/kg bb tikus/hari; 27g/kg bb tikus/hari dan 54 g/kg bb tikus/hari. Dua jam setelah pemberian sediaanuji, hewan uji diinduksi karbon tetraklorida. Pada hari ke-8 dilakukan pengambilan darah melalui sinus orbital mata dan dibedah untuk diambil ginjalnya. Selanjutnya dilakukan pengukuran kadar urea dan kreatinin plasma secara kolorimetri serta pemeriksaan histologis ginjal. Hasil ANA V A satu arah (α=0,1) menunjukkan bahwa efek nefroprotektif yang dihasilkan antar kelompok memiliki perbedaan yang bermakna dan dosis 54 g/kg bb tikus/hari memiliki efek nefroprotektif paling baik.
Kata kunci: daun sukun, gambaran histologis, ginjal, kreatinin, urea
Penulis: Rianti Adi Cahyaningsih, Azizahwati, Dadang Kusmana
Kode Jurnal: jpfarmasidd110106

Artikel Terkait :