Biopotensi Tumbuhan Mangrove untuk Pencegahan Penyakit Vibrosis pada Udang Windu
Abstract: Ekstrak tiga jenis
tumbuhan mangrove (daun, buah, batang dan akar) meliputi tumbuhan mangrove
Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, dan Sonneratia alba yang diambil dari
Sadai, Bangka Selatan, Bangka Belitung dimana telah diekstraksi dengan pelarut
methanol, ethyl acetate dan n-hexane serta telah diuji sebagai antibakteri pada
bakteri Vibrio harveyi yaitu patogen udang windu dan uji toksisitas BSLT. Hasil
uji antibakteri dari semua bagian tumbuhan mangrove didapatkan bahwa daun dan
batang S. alba dengan pelarut metanol lebih potensi yaitu dengan zona hambat
yang terbentuk 24±3,78 mm dan 23±3,78 mm. Hasil uji BSLT didapatkan untuk daun
S. alba dengan pelarut metanol bersifat toksik sedangkan batang S. alba dengan
pelarut metanol bersifat tidak toksik terhadap artemia. Selanjutnya bagian
tumbuhan mangrove dianalisa komponen kimianya dengan menggunakan kromatografi
kolom, kromatografi lapis tipis dan kromatografi cair kinerja tinggi dengan
detektor PDA. Hasil identifikasi dengan menggunakan kromatografi kolom dengan
eluen chloroform: methanol (9:1 sampai 1:9) memberikan hasil pemisahan terbaik,
identifikasi dengan menggunakan kromatografi lapis tipis dengan eluen
chloroform: methanol (9:1 sampai 1:9) memberikan hasil pemisahan terbaik dan
identifikasi dengan kromatografi cair kinerja tinggi pada panjang gelombang
200-400 nm menghasilkan bahwa ekstrak tumbuhan mangrove yang berperan sebagai
antibakteri dan untuk selanjutnya ekstrak tumbuhan mangrove ini dapat
dikembangkan sebagai antibakteri dan biofarmatika.
Kata kunci: ekstrak mangrove,
antibakteri, BSLT, kromatografi kolom , kromatografi lapis tipis, dan
kromatografi cair kinerja tinggi
Penulis: Melki, Dedi
Soedharma, Hefni Effendi, A. Zaenal Mustopa
Kode Jurnal: jpperikanandd110116