ANALISIS PELAKSANAAN KONSELING KONTRASEPSI OLEH BIDAN DI WILAYAH DINAS KESEHATAN DI KOTA SURAKARTA
ABSTRAk: Keberhasilan program
KB dapat ditempuh dengan strategi perencanaan pola ontrasepsi yang rasional
diperlukan kompetensi petugas terhadap pelaksanaan konseling yang merupakan
inti dari program KB. Sebagian besar dalam pelaksanaaan konseling kontrasepsi tidak
menjelaskan konseling KB sesuai Standar Operating Prosedur (SOP) yaitu dengan
langkah SATUTUJU. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan
karakteristik program dengan pelaksanaan konseling kontrasepsi oleh bidan di
wilayah Dinas Kesehatan Kota Surakarta.Metode penelitian survey analitik dengan
pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah bidan yang memberikan
pelayanan konseling kontrasepsi sebanyak 117 diwilayah Dinas Kesehatan Kota
Surakarta. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Analisa dilakukan
secara univariat, bivariat dengan uji Pearson Correlation dan multivariat
dengan Regresi Linier. Hasil penelitian dapat disimpulkan secara univariat
masih ditemukan bidan yang belum memahami klien, memperhatiakan kebutuhan klien
, persiapan media bila diperlukan saja sekitar (15,4%) menjelaskan panjang
lebar dengan istilah medis, tidak memperhatikan sikap klien, penggunaan ABPK
sebesar (17,9) , mengatakan tidak ada waktu untuk istirahat, tidak ada waktu
pendokumentasian sebesar (11,1%), pekerjaan yang banyak kadang membuat mereka
menghindar dari pekerjaan (16,2%) dan tidak mengidentifikasi pedoman KB,
evaluasi pelaksanaan dan evaluasi SOP sebesar (17,1%).Simpulan Secara bivariat
variabel yang berhubungan dengan pelaksanaan kompetensi bidan (nilai p=0,044,r=
-0,187), motivasi kerja bidan (nilai p=0,0001, r=0,347), supervisi oleh
pimpinan (nilai p=0,006, r=0,250), dan secara multivariat yang memiliki
pengaruh paling besar adalah motivasi dengan (nilai p = 0,0001).
Penulis: Rina Sri Widayati,
laksmono Widagdo, Cahya Tri Purnami
Kode Jurnal: jpkeperawatandd140038