Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi di Puskesmas Srondol Semarang Periode Bulan September – Oktober 2011
Abstract: Hipertensi merupakan
gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas
normal, yaitu 140/90 mmHg. Prevalensi penyakit kardiovaskuler di negara
berkembang semakin meningkat setiap tahun. Berdasarakan data Global Health Risk
tahun 2004, hipertensi merupakan faktor risiko utama penyebab kematian di dunia
dengan presentase sebanyak 12.8%. Hipertensi adalah penyakit yang timbul akibat
adanya interaksi berbagai faktor risiko yang dimiliki seseorang. Beberapa
faktor risiko ini sering dikaitkan dengan perubahan gaya hidup.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara faktor-faktor risiko meliputi umur,
jenis kelamin, riwayat hipertensi keluarga, obesitas, aktifitas fisik, dan
perilaku merokok terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Srondol Semarang
Metode : observasional analitik yang membandingkan kelompok berpenyakit
dan tidak berpenyakit, metode yang digunakan adalah melalui wawancara dengan
menggunakan kuisioner dan pengukuran tekanan darah dengan rancangan kasus
kontrol. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan multivariat analisis
dengan metode regresi logistic, menggunakan program spss versi 17.0.
Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko hipertensi di
Puskesmas Srondol Semarang adalah Usia (p=0,01) dan indeks massa tubuh (IMT)
(p=0,002). Yang bukan faktor risiko adalah jenis kelamin (p=0,092), riwayat
hipertensi di keluarga (p=0,176), level aktifitas fisik (0,549) dan perilaku
merokok (0,057).
Penulis: Idha Kurniasih,
Muhammad Riza Setiawan
Kode Jurnal: jpkedokterandd120193