UPAYA PENGURANGAN WASTE DI BAGIAN PRE SPINNING DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING (STUDI KASUS DI PT XYZ)
Abstrak: Proses produksi di PT
XYZ dibagi menjadi 4 bagian yaitu Pre Opening, Pre Spinning, Spinning, dan
Finishing. Penelitian ini difokuskan di bagian Pre Spinning. Tujuannya adalah
untuk mengurangi waste di bagian Pre Spinning. Pendekatan yang digunakan adalah
Lean Manufacturing. Tool yang digunakan untuk mengidentifikasi waste adalah
Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Analitycal Hierarchy Process,
dan Fishbone Diagram. Hasil identifikasi menunjukkan total non value added time
dalam aliran nilai di bagian Pre Spinning adalah 43,426 menit. Pembobotan
dengan AHP menghasilkan 3 tipe waste yang memiliki tingkat kepentingan
tertinggi yaitu waiting, defect, dan excessive transportation. Waiting yang
teridentifikasi antara lain mesin Drawing Breaker mengalami waiting, mesin
Carding waiting selama 0,05 menit setiap memproses 1 Lap dan operator Drawing
Breaker menunggu selama 0,369 menit setiap memproses 16 can Sliver. Defect yang
teridentifikasi antara lain defect pada produk Lap, Sliver, dan Roving.
Rata-rata defect total yang terjadi berdasarkan data bulan November 2012 sampai
November 2013 adalah 3355,25 kg per bulan atau 5,26 % dari rata-rata produksi
per bulan. Excessive transportation yang teridentifikasi antara lain
transportasi dari area Carding ke area Drawing selama 3,14 menit, dari Drawing
Breaker ke Drawing Finisher selama 1,344 menit, dan dari area Drawing ke area
Speed selama 19,858 menit. Transportasi tersebut dilakukan secara bolak-balik.
Usulan rekomendasi perbaikan antara lain menambah jumlah mesin Carding,
meningkatkan kapasitas hand truck, penambahan operator sementara, penghapusan
proses pembungkusan Lap, dan tambahan waktu maintenance.
Penulis: Ferdian Elvis Tiarso,
Mochamad Choiri, Ihwan Hamdala
Kode Jurnal: jptindustridd150026