UJI KINERJA PROTOTIPE ALAT PENGIRAT BAMBU

ABSTRAK: Bambu merupakan tanaman serbaguna bagi masyarakat pedesaan untuk berbagai macam konstruksi seperti rumah, jembatan, tangga, geribik, , reng, pagar, kerajinan, dan sebagainya. Hingga saat ini, pengrajin bambu di Indonesia masih menggunakan cara mengirat bambu  secara manual. Maka dari itu dibutuhkan sebuah alat untuk meningkatkan efisiensi tenaga dan kualitas iratan bambu sebagai bahan untuk membuat bahan kerajinan yang berbahan baku dari bambu. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah alat untuk meningkatkan efisiensi tenaga dan kualitas iratan bambu sebagai bahan untuk membuat bahan kerajinan yang berbahan baku dari bambu. Batang bambu dipotong masing-asing sepanjang  0,5 meter  lebar 0,15 meter, kulit luar bambu dikupas, dan dibelah menjadi beberapa bilah.  Kemudian, bilah-bilah bambu dimasukkan ke dalam saluran pengumpan dan unit pendorong dalam  keadaan berputar.  Dilakukan pengujian menggunakan 5 sampel basah dan 5 sampel  kering dan dilakukan 3 kali pengulangan.  Bagian bambu yang diuji diklasifikasi dalam 3 bagian yaitu pangkal, tengah, dan ujung. Hasil uji kinerja alat pengirat bambu untuk sampel bambu basah didapatkan hasil bambu bagian pangkal memiliki persentase keberhasilan pengiratan sebesar 33,33 %, bambu bagian tengah sebesar 20 %, dan bambu bagian ujung sebesar 26,67 %. Pada sampel bambu kering didapatkan hasil bambu bagian pangkal dan bambu bagian tengah mempunyai persentase yang sama yaitu sebesar 33,33 %, dan bambu bagian ujung mempunyai persentase sebesar 20 %.  Ini menunjukkan bahwa sampel bambu kering persentasenya keberhasilannya lebih baik dibandingkan dengan sampel bambu yang kadar air masih tinggi.  Hal ini disebabkan karena sampel bambu kering memiliki tekstur yang lebih stabil dibandingkan dengan sampel bambu yang kadar airnya masih tinggi.
Kata Kunci: Uji kinerja, pengirat, bamboo
Penulis: Fauzan, Tamrin, Sri Waluyo
Kode Jurnal: jppertaniandd140028

Artikel Terkait :