UJI KINERJA PENJEMURAN GABAH PADA PARA-PARA MEKANIS DENGAN TIGA KONDISI LINGKUNGAN

ABSTRAK: Pengeringan gabah tradisional adalah cara  pengeringan gabah yang praktis, murah, dan sederhana. Cara  pengeringan  ini  umum  digunakan  oleh  para  petani.   Di  dalam  cara  pengeringan  ini,  gabah dihamparkan di lantai sehingga gabah dapat bercampur batu-batu kecil serta kotoran yang ada di sekitar lantai  jemur. Kelemahan  lain  pada  pengeringan  ini  adalah  memerlukan  banyak  tenaga  kerja  untuk menebarkan, membalik dan mengumpulkan kembali gabah. Pengeringan gabah menggunakan para-para mekanis  mempunyai  kelebihan  yaitu  menghindari  gabah  agar  tidak  tercampur  batu  serta  kotoran, mempersingkat waktu pengeringan, dan mudah memindahkan gabah bila hari akan hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja penjemuran para-para mekanis dengan perlakuan penjemuran pada 80 cm  di  atas  permukaan  lantai  semen,  di  atas  permukaan  lahan  berumput,  dan  di  atas  permukaan  lahan berbatu  dengan  tebal  jemur  gabah  4  cm.   Parameter  pengamatan  yang  dilakukan  pada  penelitian  ini meliputi  lama  pengeringan,  penurunan  kadar  air,  laju  pengeringan,  energi  radiasi  yang  diterima,  energi untuk  menguapkan  air  dan  memanaskan  bahan,  serta  effisiensi  pengeringan.   Hasil  penelitian  pada perlakuan  tiga  kondisi  lingkungan  menunjukkan  bahwa  kadar  air  akhir  rata-rata  penjemuran  di  atas lantai semen, di atas lahan berumput, dan di atas lahan berbat u yaitu 13,90 % bb, 13,82 % bb, dan 13,98% bb, laju pengeringan rata-rata pada tiga perlakuan penjemuran adalah 0,494 %/jam, 0,487 %/jam, dan 0,534  %/jam.   Lama  pengeringan  berkisar  antara  10  dan  11  jam  dengan  rata-rata  energi  radiasi  yang diterima sebesar 614,42 Watt/m2.  Efisiensi pengeringan diperoleh pada penjemuran di atas lantai semen, di atas lahan berumput, dan di atas lahan berbatu masing-masing perlakuan adalah 12,58 %, 12,43 %, dan 13,72 %. Dari hasil pengamatan dan perhitungan tersebut kinerja pengeringan gabah menggunakan parapara  mekanis  tidak  menunjukan  perbedaan  yang  nyata  jika  ditempatkan  pada  lingkungan  jemur  lantai semen, lahan berumput, dan lahan berbatu.
Kata Kunci: Penjemuran, gabah, alat penjemur, dan para-para mekanis
Penulis: Mahendra Dwi Setiawan, Tamrin dan Budianto Lanya
Kode Jurnal: jppertaniandd140036

Artikel Terkait :