TRADISI SEBAMBANGAN (LARIAN) PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PEPADUN DI KAMPUNG SRIMENANTI KABUPATEN WAYKANAN

Abstrak: Sebambangan (Larian)  merupakan perkawinan  dengan cara melarikan  gadis  yang akan dinikahi dengan persetujuan gadis tersebut untuk menghindarkan diri dari tata cara adat yang  dianggap  terlalu  berlarut-larut  dan  memerlukan  banyak  biaya.Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui  Bagaimanakah  Proses  pelaksanaan  Sebambangan(Larian) pada  masyarakat  adat  Lampung  Pepadun  di  Kampung  Srimenanti  Kabupaten Waykanan.Metode yang digunakan  adalah  metode  deskriptif.Teknik  analisis  data  yang digunakan  adalah  analisis  data  kualitatif.Hasil  penelitian  ini  proses  pelakasanaan Sebambangan  terdiri  dari  Persiapan  Sebambangan  terlebih  dahulu  bujang gadis memiliki  hubungan(pacaran),Meranai  memberikan  sesuatu  kepada  Muli  (Bekadu)  dan menyampaikan niatnya pada Muli (Meset) untuk meminang nya.Jika ingin sebambangan sebelum  SebambanganMuliMeranai  tersebut  harus  menentukan  waktu  dilakukannya Sebambangan  dan  sebelumnya  harus  membuat  Tengepik(uang  dan  surat)  yang  dibuat oleh  Meranai  yang  akan  diserahkan  kepada  Muli  dan  diletakan  dikamar  Muli  atau tempat  yang  mudah  untuk  ditemukan  oleh  keluarga  Muli.Proses  Sebambangan. Penyelesaian  Sebambangan,dalam  penyelesaian  ini  pihak  Meranai  datang  kerumah pihak Muli untuk Pemandai atau ngatak salah (tali pengendur).
Kata kunci: meranai, muli,tradisi sebambangan
Penulis: Siti Sopiah Arafah, Iskandar Syah, Suparman Arif
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140200

Artikel Terkait :