STUDI KEBUTUHAN ANGKUTAN UMUM KOTA DI KECAMATAN PAMEKASAN – KABUPATEN PAMEKASAN
ABSTRACT: Belum adanya
angkutan umum bermesin di Kecamtan Pamekasan memerlukan kajian awal untuk
mengetahui potensi kebutuhan angkutan umum kota di Kecamatan Pamekasan. Dengan
itu dapat diketahui karakteristik sosial-ekonomi dan karakteristik
perjalanan,model pemilihan moda antara kendaraan pribadi dengan angkutan umum
kota, dan potensi kebutuhan angkutan umum kota. Pengumpulan data dilakukan
dengan melakukan penyebaran kuesioner karakteristik sosial ekonomi responden,
karakteristik perjalanan dan kuesioner yang disusun dengan menggunakan teknik
stated preference dengan atribut selisih biaya perjalanan, selisih waktu tempuh
perjalanan, dan selisih frekuensi keberangkatan antara angkutan umum kota dan
kendaraan pribadi. Responden yang dibutuhkan sebanyak 100 responden, dengan 40
responden kendaraan pribadi roda 4 dan
60 responden kendaraan pribadi roda 2. Pengumpulan data juga dilakukan dengan
kuesioner Analytic Hierarchy Process (AHP) sebanyak 30 responden dari beberapa
instansi Kabupaten Pamekasan, yaitu Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas
Perhubungan, Polres, dan Akademisi. Hasil pemodelan pemilihan moda dengan
menggunakan metode stated preference adalah sebagai berikut:
1.Selisih biaya perjalanan (ΔX1):
UAK – UKP = -0,08033 – 0,00157ΔX1 dengan R2 = 36,1% (roda dua)
UAK – UKP = -1,68991 – 0,00098ΔX1 dengan R2 = 28,045% (roda empat)
2. Selisih waktu tempuh (ΔX2):
UAK – UKP = 0,83704 – 0,15834ΔX2 dengan R2 = 23,55% (roda dua)
UAK – UKP = -0,07394 – 0,12441ΔX2 dengan R2 = 35,55% (roda empat)
3. Selisih frekuensi keberangkatan (ΔX3):
UAK – UKP = 0,62091 + 0,02341ΔX3 dengan R2 = 0,626% (roda dua)
UAK – UKP = 0,58382 – 0,00673ΔX3 dengan R2 = 0,039% (roda empat)
Potensi perpindahan pengguna kendaraan pribadi roda dua ke angkutan umum
kota sebesar 18 orang/jam puncak. Sedangkan potensi penumpang rata-rata/hari
adalah 127 orang/hari, dan per jamnya 11 orang/jam. Sedangkan dengan metode
Analytic Hierarchy Process adalah aspek keselamatan merupakan yang tertinggi
(34,532%) dan perlu pengadaan angkutan umum kota > 5 tahun.
Kata kunci: Kendaraan pribadi,
angkutan umum kota, Stated Preference, Analytic Hierarchy Process (AHP),
Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan
Penulis: Agus Sugianto,
Nugroho Panji Triatmojo, M. Zainul Arifin, Ludfi Djakfar
Kode Jurnal: jptsipildd140196