STUDI KASUS PERILAKU COMPULSIVE BUYING PADA MAHASISWA DI YOGYAKARTA
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui
dan memahami latar
belakang mahasiswa berperilaku compulsive buying, bentuk-bentuk
perilaku compulsive buying itu sendiri, dan dampak yang dapat dirasakan akibat perilaku
compulsive buying tersebut. Diharapkan dengan adanya pemahaman mengenai
perilaku compulsive buyingdapat diberikan penanganan yang tepat bagi
pelaku compulsive buying. Pendekatan
penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek
penelitian adalah tiga mahasiswa berusia 21-23 tahun yang mempunyai kecenderungan
berperilaku kompulsif dalam berbelanja. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa: 1) Latar belakang perilaku compulsive buying berupa
faktor internal yaitu kepercayaan
diri, pengendalian diri, dan ketidak stabilan emosi, sedangkan faktor eksternal
yang berupa keluarga, teman, media masa,
dan lingkungan sekitar. 2) Perilaku compulsive buying pada
ketiga subjek beragam.
Subjek I, ADP
menyukai hem flannel
dan kaos distro,
dengan frekueni berbelanja 2 atau 3 kali dalam sebulan, durasi 2 jam
setiap pembelian, dan tergolong intensitasnya masih ringan atau tergolong pada level low (borderline) level. Subjek II, IML menyukai sepatu dan tas, dengan frekuensi
berbelanja hampir setiap
minggu, durasi berbelanja
2-6 jam, sehingga
intensitasnya tergolong cukup
kuat atau disebut juga
dengan medium (compulsive)
level. Subjek III,
DNP menyukai krim
perawatan wajah, dengan frekuensi setiap awal bulan berbelanja
lebih dari sekali, durasi berbelanja 2-3 jam, tergolong intensitas sedang atau dapat dikatakan low (borderline) level. 3) Dampak perilaku compulsive buying yaitu:
menambah kepercayaan diri, kepuasan diri, penyesalan, boros, berhutang,
dan mendapat teguran
Penulis: Hanis Rahajeng
Kode Jurnal: jpbkdd140167