REPRESENTASI SEJARAH DAN TRADISI KUNO BANYUMAS: ANTARA PERAN PEREMPUAN DAN PELESTARIAN ADAT OLEH NEGARA

Abstract: Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji eksistensi kaum perempuan pelaku adat di tengah program pelestarian adat istiadat dan budaya oleh negara, serta merumuskan alternatif model pelestarian adat istiadat dan budaya di Banyumas melalui penguatan partisipasi kaum perempuan. Hal ini diperlukan karena realitas di masyarakat menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki adalah pelaku adat yang sama-sama memegang peranan penting. Dalam hal ini, keberadaan kaum perempuan di Pekuncen, Kalisalak, Cikakak, Pasir Wetan dan Gerduren adalah representasi sintesa antara perjalanan sejarah, adat istiadat dan nilai-nilai Islam yang mewarnai sendi-sendi kehidupan masyarakat setempat. Ketika negara masuk dan melakukan program pelestarian desa adat, eksistensi kaum perempuan justru tergeser karena perempuan tidak dilibatkan secara langsung. Padahal pelaku upacara unggah-unggahan, jaro rojab, gubrak lesung, rengkong, lengger, pembuatan kain tradisional lawon, sebagiannya adalah perempuan.
Kata kunci: perempuan, pelestarian adat, Banyumas
Penulis: Sofa Marwah, Tri Rini Widyastuti
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd150024

Artikel Terkait :