PENDEKATAN SIX SIGMA UNTUK MENGURANGI DEFECT PADA PROSES PEMBUATAN BOTOL PLASTIK DI MESIN BLOW MOLDING ASB 2000 ML
Abstrak: Perkembangan pasar
bisnis minyak goreng yang terus meningkat secara eksponensial menyebabkan
dampak persaingan perusahaan ini semakin tinggi dan tajam. Pada penelitian ini
dilakukan suatu penanganan kualitas produksi menggunakan metode Six Sigma.
Terdiri dari fase Define, Measure, Analyze, Improve (DMAI) pada suatu
perusahaan yang bergerak dalam industri minyak goreng yaitu PT. X yang terletak
di daerah Tanjung Perak, Surabaya. Penelitian ini mengambil fokus terhadap
defect dari pembuatan botol 2000 ml. Perbaikan disarankan untuk mengurangi
defect berdasarkan nilai RPN (Risk Priority Number) dari FMEA (Failure Mode
Effect Analysis). Dengan nilai RPN tertinggi 648 untuk kerusakan komponen di
mesin ASB 2000 ml. Berdasarkan analisa yang dilakukan didapat kerusakan komponen
diakibatkan umur ekonomis mesin yang sudah habis. Maka dilakukan analisa
pengganti mesin dengan mesin baru Nissei PF4-1BH. Penggantian mesin dapat
menghemat Rp 47.976.795, 7636 per tahun.
Kata kunci: mesin blow molding
ASB 2000 ml, defect melebihi batas standar, mengurangi defect, Six Sigma
Penulis: Paschalis Adhi
Krismasurya, Nasir Widha Setyanto, Ceria Farela Mada Tantrika
Kode Jurnal: jptindustridd150037