PEMANFAATAN NAUNGAN DAN PUPUK KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN TRITERPENOID PEGAGAN (Centella asiatica L.)
ABSTRAK: Pegagan (Centella
asiatica L.) merupakan salah satu
tanaman berkhasiat obat yang tersebar luas, terutama di daerah tropis dan
subtropis. Tanaman pegagan telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional
untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Salah satu kandungan kimia bermanfaat pada tanaman pegagan adalah triterpenoid.
Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh naungan dan pupuk kotoran sapi terhadap
pertumbuhan dan kandungan triterpenoid tanaman pegagan. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode percobaan lapangan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot
Design) dan diulang 3 kali, dengan pemberian naungan sebagai petak utama dan
dosis pupuk kotoran sapi yang berbeda sebagai anak petak. Petak Utama yaitu
taraf naungan terdiri dari 1 level yaitu tanpa naungan dan 30%. Anak petak adalah
dosis pupuk kotoran sapi yaitu tanpa pupuk, dosis pupuk 20 ton/Ha dan dosis
pupuk 30 ton/Ha. Pengamatan dilakukan terhadap komponen pertumbuhan dan
produksi pada 4 tanaman induk yang dianggap seragam pertumbuhannya dari tiap
petak perlakuan. Pengamatan pertumbuhan meliputi jumlah daun, jumlah stolon,
panjang tangkai daun per tanaman diamati pada umur 14, 28, 42, 56, 70, 84, 98,
112 dan 124 hari setelah tanam (HST). Komponen produksi meliputi luas daun,
bobot segar, bobot kering dan kanmanurean triterpenoid yang diamati pada akhir
penelitian (124 HST). Hasil pengamatan
menunjukkan bahwa terdapat interaksi pemberian naungan dan pupuk kotoran sapi
dengan dosis yang berbeda terhadap jumlah daun pada umur pengamatan 84 HST
(nilai tertinggi N0P0 = 609 helai), jumlah stolon pada umur pengamatan 14, 42, 56, 70, dan 84
HST (nilai tertinggi N1P0 = 49 batang), panjang tangkai daun pada umur
pengamatan 70 HST (nilai tertinggi N0P0 = 14,8 cm), luas daun pada umur pengamatan
124 HST (N1P2 = 3,92 cm2), kanmanurean
triterpenoid pada tanaman pegagan pada umur pengamatan 124 HST(nilai tertinggi N0P2
= 18,00 mg/kg), tetapi tidak terdapat pengaruh terhadap bobot basah dan bobit
kering tanaman. Walaupun terjadi interaksi, pemberian perlakuan naungan dan
pupuk kotoran sapi menurunkan jumlah daun dan stolon, tetapi meningkatkan
panjang tangkai dan luas daun. Perlakuan
dosis pupuk 30 ton/Ha memberikan bobot segar yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan
yang lainnya.
Penulis: Mustika Tripatmasari,
Catur Wasonowati, Vidya R. Alianti
Kode Jurnal: jppertaniandd100143