Monumen Perjuangan Wira Bhuwana Di Desa Gitgit, Sukasada, Buleleng (Latar Belakang Pendirian, Bentuk Serta Potensinya Sebagai Media Pembelajaran IPS)
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang pendirian Monumen Perjuangan Wira
Bhuwana; (2) Bentuk Monumen Perjuangan Wira Bhuwana dan (3) Potensi yang bisa
dikembangkan sebagai media pembelajaran IPS dari Monumen Perjuangan Wira
Bhuwana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
langkah-langhkah: (1) Penentuan lokasi penelitian; (2) Metode penentuan
informan; (3) Metode pengumpulan data (observasi, wawancara, dan analisis
dokumen); (4) Metode penjaminan keaslian data (triangulasi data dan triangulasi
metode); dan (5) Metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)
Monumen Perjuangan Wira Bhuwana didirikan atas tekad dari para veteran
kecamatan Sukasada. Ada tiga faktor yang melatar belakangi pendiriannya yakni,
faktor historis, faktor sosial, dan faktor religi, (2) Bentuk Monumen Perjuanan
Wira Bhuwana mengambil konsep Tri Mandala dalam ajaran agama Hindu. Bentuk
Monumen Perjuangan Wira Bhuwana termasuk ke dalam tampilan bangunan figuratif
dan non figuratif. Bukti bangunan figuratif pada Monumen Perjuangan Wira
Bhuwana adalah adanya beberapa patung-patung berwujud manusia pada areal
halaman luar monumen yang melambangkan kesembilan pasukan pribumi yang gugur
dalam pertempuran di Kilometer 17 Pangkung Bangka, Desa Gitgit pada 12 Mei 1946.
Sedangkan bukti bangunan non figuratif pada Monumen Perjuangan Wira Bhuwana
adalah adanya sebuah bangunan tugu pada areal halaman tengah monumen dan
terdapat beberapa relief-relief pada dinding halaman luar monumen serta
terdapat pelinggih Padmasana pada bagian halaman utama monumen. (3) Potensi
Monumen Perjuangan Wira Bhuwana yang dapat dikembangkan sebagai media
pembelajaran IPS, yakni Sejarah dan Artefak ( Arsitektur Monumen Perjuangan
Wira Bhuwana).
Penulis: Gede Adi Putra, Drs.
I Ketut Margi, M.Si ., Ketut Sedana Arta, S.Pd
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd140133