INTEGRASI QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DAN CONJOINT ANALYSIS UNTUK MENGETAHUI PREFERENSI KONSUMEN
Abstrak: Keunggulan QFD adalah
menterjemahkan customer need menjadi respon teknis. Namun QFD mempunyai kekurangan
terkait sulit membedakan
antara beragam kebutuhan
konsumen yang bertentangan, sulit
memenuhi kebutuhan konsumen
yang berbeda kelompok,
dan kesenjangan konseptual antara
konsumen dan perusahaan.
Untuk melengkapi kekurangan QFD, diusulkan
metode conjoint analysis.
Keunggulan utama conjoint analysis
mampu mendapatkan kombinasi desain
yang optimal untuk
produk yang melekat
pada preferensi konsumen.
Hasil integrasi QFD
dan conjoint analysis
serta estimasi perceived
value dapat mengetahui preferensi konsumen
meja kantor, mengidentifikasi segmen
konsumen meja kantor, menentukan respon
teknis, dan mengestimasi
harga penambahan atribut
meja kantor sebagai upaya
pengembangan meja kantor.
Secara keseluruhan hasil
kombinasi meja kantor
terbaik berdasarkan preferensi
konsumen meja kantor adalah
warna putih, tidak
membutuhkan penambahan fitur
laci, tidak membutuhkan penambahan
fitur pendukung, ukuran
meja 120x60x75 cm,
dan terdapat tumpuan kaki.
Berdasarkan segmentasi preferensi
terbentuk tiga klaster,
yaitu klaster warna, klaster
ukuran, dan klaster ketersediaan laci. Secara keseluruhan respon teknis yang menjadi prioritas
perusahaan untuk memenuhi
kebutuhan konsumen adalah
pembuatan lubang sambungan yang tepat. Berdasarkan hasil perceived
value, perusahaan dapat memperkirakan harga penambahan 1 laci berkisar
Rp.1 - Rp.500.000,
penambahan 2 laci
adalah Rp. 800.000
– Rp. 900.000, penambahan tumpuan kaki Rp. 50.000 – Rp.
150.000, dan penambahan fitur pendukung Rp. 150.000-Rp. 250.000.
Penulis: Desrina Yusi Irawati,
Moses Laksono Singgih, Bambang Syarudin
Kode Jurnal: jptindustridd140074