AUDIT EFISIENSI PADA PROSES PRODUKSI MINUMAN RINGAN DI PT COCA COLA BOTTLING INDONESIA (CCBI) CENTRAL SUMATERA

Abstrak: Efisiensi menjadi salah satu faktor pencapaian produktivitas suatu perusahaan, baik dari segi bahan baku, kualitas, peralatan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Sebagai perusahaan satu-satunya  yang  menjalankan  proses  pembotolan  dan  distribusi  produk  minuman  ringan ternama  di  bagian  Sumatera  Tengah,  PT  Coca  Cola  Bottling  Indonesia  Central  Sumatera selalu  berupaya  meningkatkan  produktivitas  produksi,  sehingga  kinerja  perusahaan  dapat terus  dipertahankan.  Melalui  penelitian  ini,  dilakukan  audit  dan  evaluasi  terhadap  kinerja efisiensi  proses  produksi  minuman  ringan  di  PT  Coca  Cola  Bottling  Indonesia  Central Sumatera dengan tahapan melakukan pengukuran terhadap efisiensi proses produksi dengan menggunakan  12  indikator  Barbiroli  secara  teknis  dan  ekonomis.  Selain itu,  juga  dilakukan penentuan  status  efisiensi  proses  produksi  berdasarkan  penilaian  pakar  secara  kualitatif. Sebagai  upaya  peningkatan  efisiensi,  direkomendasikan  beberapa  alternatif  perbaikan melalui penentuan prioritas dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa efisiensi teknis proses produksi minuman ringan Frestea Jasmine adalah sebesar 91.58 % yang digolongkan pada tingkatan tinggi sedangkan efisiensi ekonomis  adalah  sebesar  24.33  %  yang  digolongkan  pada  tingkatan  sedang.  Namun, berdasarkan  penilaian  tiga  orang  pakar  secara  kualitatif,  status  tingkat  efisiensi  proses produksi  secara  teknis  berada  pada  tingkat  sedang  (medium)  dan  secara  ekonomis  berada pada  tingkat  rendah.  Pemilihan  alternatif  perbaikan  dengan  Analytical  Hierarchy  Process menunjukkan  bahwa  prioritas  perbaikan  untuk  peningkatan  efisiensi  adalah  memperbaiki sistem perawatan mesin produksi dengan bobot 0.476, memperbaiki metode inspeksi proses pembotolan  produk  dengan  bobot  0.293,  dan  memaksimalkan  penggunaan  bahan  baku produksi  dengan  bobot  0.231.  Dengan  demikian,  perbaikan  terhadap  sistem  perawatan mesin  produksi  diharapkan  mampu  meningkatkan  efisiensi  proses  produksi  PT  Coca  Cola Bottling  Indonesia,  khususnya  untuk  minuman  jenis  Frestea  Jasmine,  karena  penanganan sistem perawatan mesin yang baik berkaitan dengan optimalisasi penggunaan bahan baku, kapasitas produksi, kualitas produk yang dihasilkan, serta biaya produksi.
Keywords: Efisiensi teknis dan ekonomis, Analytical Hierarchy Process, prioritas perbaikan
Penulis: Alizar Hasan, Morena Tantilia
Kode Jurnal: jptindustridd130350

Artikel Terkait :