ANALISA PERBANDINGAN UNJUK KERJA MESIN SEPEDA MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN GENERATOR HHO DRY CELL DAN TANPA MENGGUNAKAN GENERATOR HHO DRY CELL
ABSTRAK: Gas Hidrogen
Hidrogen Oksigen (HHO)
merupakan salah satu
energi terbarukan yang mendapatkan perhatian
untuk dikembangkan sebagai
energi pengganti bahan
bakar fosil. Gas Hidrogen Hidrogen Oksigen (HHO) bisa
didapatkan pada air, dimana unsur air tersebut yaitu H2O yang akan di
elektrolisasi menggunakan Generator HHO dry cell . Generator HHO dry cell
adalah alat pembangkit bahan
bakar air yang
merupakan salah satu
alternatif penghemat bahan
bakar minyak (BBM) yang berfungsi mengurai air (H2O) menjadi atom
Hidrogen dan atom Oksigen yang kemudian
terkenal dengan nama
gas HHO (Hydrogen
Hydrogen Oksigen) atau
Oxy-Hydrogen. Penggunaan Gas Hidrogen Hidrogen Oksigen (HHO) produk dari
generator HHO sebagai suplemen bahan
bakar mesin sepeda
motor dapat meningkatkan
eļ¬siensi pembakaran tanpa mengurangi unjuk kerja
mesin sepeda motor.
Untuk itu perlu
dilakukan penelitian analisa
perbandingan unjuk kerja mesin
sepeda motor dengan menggunakan
Generator HHO dry cell dan tanpa menggunakan generator HHO dry cell.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan unjuk kerja mesin sepeda motor
yang menggunakan generator
HHO dengan tanpa
menggunakan generator HHO. Selain
itu juga untuk
mengetahui parameter unjuk
kerja mesin sepeda
motor yang mengalami peningkatan dan penurunan saat
menggunakan generator HHO dry cell. Penelitian dilakukan secara eksperimen
melalui pengujian mesin sepeda motor dengan menggunakan Generator HHO dry cell dan tanpa menggunakan
Generator HHO dry cell pada variasi putaran mesin 3000 rpm, 3500 rpm, 4000 rpm,
4500 rpm, 5000
rpm, 5500 rpm
dan 6000 rpm.
Dari hasil pengujian
diperoleh bahwa unjuk kerja
mesin sepeda motor
dengan menggunakan Generator
HHO dry cell
lebih baik dibandingkan tanpa
menggunakan generator HHO
dry cell. Parameter
unjuk kerja mesin
sepeda motor yang mengalami
peningkatan dengan penggunaan
Generator HHO dry
cell diantaranya adalah torsi,
daya poros efektif, tekanan efektif rata rata,
perbandingan bahan bakar dan udara dan efesiensi thermal.
Sedangkan parameter yang
mengalami penurunan adalah
laju konsumsi bahan bakar dan konsumsi bahan bakar
spesifik.
Penulis: Sehat Abdi Saragih
Kode Jurnal: jptsipildd150009