AKTIVITAS PERDAGANGAN DI KERESIDENAN JEPARA 1843-1891

Abstract: Meredupnya Jepara sebagai kota dagang sejak awal abad ke-19 membuat kehidupan masyarakat Keresidenan Jepara beralih dari sektor maritim yang berbasis perdagangan ke sektor agraris. Beralihnya ke sektor agraris yang berbasis pada pertanian,  perkebunan, dan  ditopang oleh hasil laut justru membuat Keresidenan ini mempunyai daya tarik bagi pedagang. Baik pedagang lokal, pedagang sekitar wilayah Jepara, pedagang Timur Asing dan interinsuler, maupun pedagang Eropa. Produk yang diperdagangkan di-ekspor ke wilayah sekitar Keresidenan, interinsuler,  Singapura, dan Eropa. Kegiatan ekspor ke interinsuler dan ke luar negeri dilakukan melalui pelabuhan Semarang dan Surabaya. Selain itu, kegiatan impor juga berlangsung karena keresidenan ini merupakan  pangsa potensial dalam memasarkan produk impor. Ini menunjukkan bahwa pada abad ke-19, terutama sekitar tahun 1843 hingga 1891 aktivitas  perdagangan di keresidenan Jepara masih tetap eksis.
Keywords: Aktivitas, perdagangan, Keresidenan Jepara, ekspor, impor
Penulis: Alamsyah
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd150020

Artikel Terkait :