STUDI INTERAKSI MOLEKUL KOMPONEN MINYAK NILAM DENGAN RESEPTOR OLFAKTORI SEBAGAI REPELLENT NYAMUK CULEX sp SECARA IN SILICO DAN IN VITRO

Abstract: Komponen minyak nilam terdiri dari  komponen mayor  seperti patcholi alkohol dan komponen minor seperti  patchoulen, α-guaien, syechellen,  kariofilen  dll.  Komponen-komponen  minor tersebut  dapat  berpotensi sebagai repellent (penolak) ataupun sebagai atraktan (penarik) terhadap insekta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas repellensi nyamuk Culex sp dengan menggunakan minyak nilam secara in silico dan in vitro.  Kajian secara  in silico  yaitu melalui pemodelan yang didasarkan pada interaksi senyawa-senyawa terpenoid minyak nilam dengan menggunakan reseptor olfaktori nyamuk  Culex  sp  yang struktur kuartenernya diunduh dari  www.pdb.org  dengan kode akses  3OGN, sedangkan struktur ligan  yang digunakan  diunduh dari www.ncbi.nlm.nih.gov. Pemodelan yang dilakukan  ini  menggunakan perangkat lunak  Autodock Tools 1.5.4. Docking ligan dilakukan secara berturutan dengan urutan α-guaien, α-patchoulen, vellense, kariofilen, syechellen serta DEET sebagai senyawa repellent yang tidak dijual dipasaran dan digunakan sebagai ligan pembanding. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa aktivitas repellensi ligan (α-guaien, α-patchoulen, vellense, kariofilen, dan syechellen) memiliki nilai konstanta disosiasi (Kd) sebesar 330 µM sedangkan konstanta disosiasi (Kd) untuk DEET sebesar 7,31 µM. Komponen minyak nilai memiliki potensi sebagai repellent lebih baik jika dibandingkan dengan  DEET, hal ini ditunjukkan dari nilai Kd yang lebih besar jika dibandingkan dengan Kd DEET. Sedangkan hasil  penelitian  secara  in vitro  menujukkan bahwa minyak nilam yang mengandung komponen α-guaien, α-patchoulen, vellense, kariofilen, dan syechellen memiliki nilai EC50 sebesar 6,19 ± 0,55 ppm. 
Kata kunci: Kimia Komputasi, Minyak Nilam, Repellent
Penulis: Ersalina Nidianti, Edi Priyo Utomo, Toto Himawan
Kode Jurnal: jpkimiadd140060

Artikel Terkait :