PERMASALAHAN AUTOKORELASI PADA ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA

Abstrak: Pada analisis regresi linier sederhana model yang terbentuk harus memenuhi beberapa asumsi yang dikenal dengan asumsi linier klasik. Dalam asumsi linier klasik dinyatakan bahwa tidak terdapat korelasi antar galat yang disebut autokorelasi. Bila autokorelasi terjadi pada model regresi linier sederhana maka pengaruhnya terlihat padapenduga parameter yang tidak lagi BLUE (Best Linear Unbiased Estimator), yaitu penduga tidak bias dan linier, namun tidak lagi memiliki ragam yang minimum. Pengaruh autokorelasi juga dilihat menggunakan simulasi Monte Carlo. Simulasi Monte Carlo menggunakan nilai bias dan Kuadrat Tengah Galat (KTG) dengan berbagai ukuran sampel dan koefisien autokorelasi yang bervariasi. Hasil simulasi menunjukkan semakinbesar ukuran sampel maka bias dan KTG semakin kecil dan semakin besar nilai koesien autokorelasi maka bias dan KTG semakin besar.
Kata Kunci: Autokorelasi, BLUE (Best Linear Unbiased Estimator), Bias, Kuadrat Tengah
Galat (KTG)
Penulis: NADIA UTIKA PUTRI, MAIYASTRI, HAZMIRA YOZZA
Kode Jurnal: jpmatematikadd130114

Artikel Terkait :