PERBEDAAN PENGUASAAN POKOK-POKOK FISIKA SEKOLAH MAHASISWA ANTARA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PETA KONSEP DAN MODEL PEMECAHAN MASALAH DENGAN MODEL STAD
Abstrak: Matakuliah Kapita
Selekta Fisika Sekolah (KSFS) 2 sks/4 js dimunculkan dalam Kurikulum Berbasis
Kompetensi 2002 karena masih banyak didapati mahasiswa yang belum menguasai
materi fisika sekolah saat mereka melakukan praktik pengajaran mikro PPL I di
kampus. Sejak pertama disajikan hingga dalam kurun waktu tiga tahun terakhir
telah diterapkan berbagai model pembelajaran, tetapi penguasaan pokok-pokok
fisika sekolah mahasiswa belum menunjukkan gain score ternormalisasi rata-rata
<g> yang optimal. Sajian pertama semester I 2004/2005 pembelajarannya
menggunakan pendekatan kontekstual model kelompok pola tutorial sebaya dan
menghasilkan <g>=0,22 kategori rendah. Sajian semester pendek 2006/2007
pembelajarannya menggunakan peta konsep dan model PBI dan menghasilkan
<g>=0,27 kategori rendah. Sajian semester I 2007/2008 pembelajarannya
menggunakan peta konsep dan model pemecahan masalah dan menghasilkan
<g>=0,46 kategori medium untuk kelas eksperimen yang lebih tinggi
daripada <g>=0,15 kategori rendah untuk kelas kontrol. Meskipun
penguasaan pokok-pokok fisika sekolah mahasiswa makin meningkat, namun upaya
harus terus dilakukan agar diperoleh peningkatan yang lebih tinggi lagi.
Alternatif solusinya adalah perlu diterapkan model pembelajaran lain yang makin
melibatkan mahasiswa lebih aktif dan dapat menghasilkan lingkup kajian masalah
yang lebih komprehensif. Model pembelajaran yang dimaksud adalah Student Teams
Achievements Divisions (STAD) dengan urutan langkah (1) presentasi kelas, (2)
studi/diskusi kelompok, (3) pengetesan/kuis, dan (4) penghargaan kelompok.
Penelitian ini dilaksanakan pada semester I 2008/2009 dengan desain kuasi
eksperimental rancangan randomized control group pre-test post-test design.
Kelas eksperimen diberi perlakuan pembelajaran model STAD, sedangkan kelas
kontrol pembelajaran yang menggunakan peta konsep dan model pemecahan masalah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran model STAD dapat meningkatkan
penguasaan pokok-pokok fisika sekolah mahasiswa dengan <g>=0,51 kategori
medium untuk kelas eksperimen yang lebih tinggi daripada <g>=0,42
kategori medium untuk kelas kontrol. Mahasiswa kelas eksperimen tampak memiliki
motivasi belajar tinggi karena belajarnya dipandu oleh adanya lembar
permasalahan diskusi yang telah disiapkan oleh dosen. Sedangkan mahasiswa kelas
kontrol tampak memiliki motivasi yang belum optimal karena permasalahan yang
didiskusikan dalam pemecahan masalah berasal dari mahasiswa sendiri, yaitu dari
diskusi peta konsep. Agar didapatkan peningkatan penguasaan pokok-pokok fisika
sekolah mahasiswa yang lebih tinggi lagi disarankan pembelajaran matakuliah
KSFS menggunakan peta konsep dan model STAD yang merupakan gabungan perlakuan dari
kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Penulis: Drs. Parno, M.Si
Kode Jurnal: jpmatematikadd090029