PENGARUH VARIASI KONSENTRASI NaOH TERHADAP NILAI DERAJAT DEASETILASI PADA PEMBUATAN CHITOSAN DARI CANGKANG KULIT KEPITING
Abstract: Chitosan adalah
suatu polisakarida berbentuk linier yang terdiri dari monomer
N-asetilglukosamin dan D-glukosamin. Chitosan dapat digunakan sebagai bahan
pengawet alami untuk makanan, dan pada penelitian sebelumnya dinyatakan bahwa
semakin besar konsentrasi NaOH yang digunakan maka semakin baik kualitas
pengawetan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi
optimum penambahan NaOH pada pembuatan chitosan sehingga didapatkan kadar chitosan
yang paling tinggi. Penelitian ini lakukan di Bagian Sub Departemen
Laboratorium PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang. Chitin didapatkan dari limbah
cangkang kepiting yang dihaluskan. Nilai optimum chitosan yang dihasilkan dari
proses penambahan variasi konsentrasi NaOH terhadap chitin dianalisa
menggunakan alat Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil yang didapat dari
penelitian ini Pada proses deasetilasi dengan NaOH 20% didapatkan chitosan
sebanyak 1,0089 gram, deasetilasi NaOH 30% didapatkan chitosan sebanyak 1,1265
gram, deasetilasi NaOH 40% didapatkan chitosan sebanyak 1,3921 gram,
deasetilasi NaOH 50% didapatkan chitosan sebanyak 3,5941 gram, dan deasetilasi
NaOH 60% didapatkan chitosan sebanyak 2,1813 gram.
Penulis: Lili Apriani, Giri
Maulana Iskandar, M. Said
Kode Jurnal: jpkimiadd120128