PENGARUH PENAMBAHAN GLISEROL TERHADAP SIFAT KEKUATAN TARIK DAN PEMANJANGAN SAAT PUTUS BIOPLASTIK DARI PATI UMBI TALAS

Abstrak: Bioplastik  adalah  salah  satu  jenis  plastik  yang  terbuat  dari  sumber  biomassa  terbarukan,  seperti minyak  nabati,  pati  jagung,  pati kacang  polong,  dan  mikrobiota.  Pati dari  umbi  talas  (Colocasia esculenta)  berpotensi  sebagai  bahan  baku  pembuatan  bioplastik  dengan  menggunakan  gliserol sebagai  plastizicer.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  mengetahui  pengaruh  penambahan  gliserol terhadap  sifat  kekuatan  tarik  dan  pemanjangan  saat  putus  bioplastik  dari  pati  umbi  talas.  Pada penelitian ini, pembuatan bioplastik menggunakan metode casting dengan variasi larutan pati (0,2 w/v,  0,3  w/v,  dan  0,4  w/v).  Selanjutnya  dilakukan  variasi  penambahan  volume  gliserol  (1  %  v, 2 % v, dan 3 % v) dan temperatur pemanasan pembentukan gelatin (60oC, 70oC, dan 80oC). Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  bioplastik  berbahan  baku  pati  umbi  talas  memiliki  temperatur gelatinisasi  70oC.  Penambahan  volume  gliserol  berpengaruh  terhadap  nilai  kekuatan  tarik  dan pemanjangan  saat  putus  dari  bioplastik  yang  dihasilkan.  Seiring  bertambahnya  volume  gliserol maka nilai  kekuatan tarik akan semakin  menurun, sebaliknya nilai  pemanjangan saat  putus akan semakin  meningkat.  Bioplastik  terbaik  pada  penelitian  ini  adalah  bioplastik  variasi  pati  0,3  w/v, penambahan  1  %  v  gliserol  pada  temperatur  70oC  yang  menghasilkan  kekuatan  tarik  18,4992 MPa dan nilai pemanjangan saat putus 2,1290 %.
Kata kunci: pati, talas, bioplastik, gliserol
Penulis: Rinaldi Febrianto Sinaga, Gita Minawarisa Ginting, M. Hendra S Ginting, Rosdanelli Hasibuan
Kode Jurnal: jpkimiadd140353

Artikel Terkait :