PENGARUH KADAR METANOL, JUMLAH KATALIS, DAN WAKTU REAKSI PADA PEMBUATAN BIODIESEL DARI LEMAK SAPI MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI

Abstract: Ketersediaan bahan bakar minyak konvensional yang berasal dari fosil dalam beberapa dekade terakhir telah mengalami penyusutan. Selain itu polusi akibat emisi pembakaran bahan bakar fosil telah menjadi ancaman yang cukup serius. Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif ramah lingkungan sebagai pengganti bahan bakar diesel yang dihasilkan dari sumber dapat diperbarui seperti minyak nabati dan lemak hewan. Minyak nabati, lemak hewan maupun minyak bekas direaksikan dengan alkohol melalui reaksi transesterifikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kadar metanol, jumlah katalis dan waktu reaksi terhadap jumlah biodiesel yang dihasilkan. Bahan baku berupa lemak sapi cair direaksikan dengan metanol menggunakan katalis basa natrium hidroksida (NaOH). Transesterifikasi berlangsung didalam labu leher tiga yang telah dilengkapi dengan refluks kondensor, magnetic stirrer dan termometer pada temperatur 55-60oC selama 30 menit dan 60 menit. Variasi kadar metanol sebanyak 30% dan 40% dari bahan baku dengan jumlah katalis NaOH yang digunakan adalah 0,8% dan 1.0% dari bahan baku. Berat biodiesel terbanyak diperoleh pada kadar metanol sebesar 40% dengan 0.8% katalis NaOH pada waktu reaksi 30 menit. Spesifikasi biodiesel yang dihasilkan telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Kata Kunci: Biodiesel, Lemak Sapi, Transesterifikasi
Penulis: M. Faizal, Ulfa Maftuchah, Wika Atro Auriyani
Kode Jurnal: jpkimiadd130294

Artikel Terkait :