PENENTUAN ANGKA OKTANA BAHAN BAKAR KOMERSIAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KINETIKA OKSIDASI DAN PEMBAKARAN HIDROKARBON MULTIKOMPONEN

Abstract: Salah satu karakteristik bahan bakar bensin adalah sifat anti ketukan yang dinyatakan dengan angka oktana. Penentuan angka oktana di Indonesia menggunakan mesin CFR (cooperative fuel research). Pemakaian mesin CFR di Indonesia memiliki kendala, yaitu jumlah unit terbatas dan usia tua. Penelitian ini bertujuan mendapatkan angka oktana bahan bakar komersial dengan menggunakan model kinetika. Model kinetika oksidasi dan pembakaran bahan bakar rujukan utama dan model hidrokarbon multikomponen yang telah divalidasi masing-masing digunakan untuk menghitung waktu tunda ignisi bahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial. Waktu tunda ignisi bahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial dihitung pada tekanan dan temperatur awal, serta rasio ekuivalensi yang sama. Angka oktana suatu bahan bakar komersial diketahui apabila waktu tunda ignisinya cocok dengan waktu tunda ignisi bahan bakar rujukan utama yang memiliki persen volume isooktana tertentu. Model menghasilkan angka oktana bahan bakar komersial BB-A sebesar 92,5, BB-B 94,5, BB-C 89, BB-D 90,5 dan BB-E 91,5 yang memiliki ketepatan yang tinggi terhadap klaim produser bahan bakar komersial.
Keywords: bahan bakar komersial; waktu tunda ignisi; model kinetika; angka oktan; bahan bakar rujukan utama
Penulis: Yuswan Muharam, Chandra Hadiwijaya, Jacquin Suryadi
Kode Jurnal: jpkimiadd120253

Artikel Terkait :