PEMBUATAN KHITOSAN DARI KULIT UDANG UNTUK MENGADSORBSI LOGAM KROM (Cr6+) DAN TEMBAGA (Cu)
Abstract: Khitosan adalah
hasil proses deasetilasi dari senyawa khitin yang banyak terdapat dalam kulit
luar hewan golongan Crustaceae seperti udang dan kepiting. Elektron nitrogen
pada gugus amino yang dimiliki khitosan dapat mengikat ion-ion logam, membentuk
senyawa kompleks koordinasi yang stabil. Oleh karena itu, khitosan dapat
digunakan untuk mengadsorbsi logam berat hasil buangan industri seperti krom
dan tembaga yang bersifat karsinogenik dan berbahaya bagi tubuh manusia.
Kemampuan khitosan untuk menjerap limbah logam tergantung pada derajat
deasetilasinya. Proses adsorbsi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain
jumlah adsorbent, pH, waktu, kecepatan pengadukan dan suhu. Percobaan dibagi
dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembuatan khitosan dari kulit udang,
dengan konsentrasi NaOH dari 20 hingga 60% (%berat). Khitosan yang dihasilkan
dari proses ini dianalisa derajat deasetilasinya dengan FTIR. Tahap kedua
adalah proses adsorbsi limbah krom dan tembaga menggunakan khitosan dengan
derajat deasetilasi yang paling besar. Pada proses ini waktu adsorbsi divariasi
untuk limbah logam krom sedangkan untuk limbah tembaga menggunakan variabel
berubah pH dan waktu. Limbah krom dan tembaga kemudian dianalisa dengan AAS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat deasetilasi khitosan yang optimum
sebesar 91,88% diperoleh pada konsentrasi NaOH 50%, waktu optimum untuk proses
adsorbsi limbah krom adalah 30 menit dengan kadar krom sebesar 13,96 ppm
sedangkan untuk adsorbsi Cu optimum pada pH 3 dengan kadar 0,24 ppm dan efisien
untuk waktu 30 menit.
Penulis: Kristinah Haryani,
Hargono, Sri Budiyati
Kode Jurnal: jpkimiadd070051