Pemanfaatan Zeolit Alam Teraktivasi untuk Adsorpsi Logam Krom (Cr3+)
Abstract: Pertukaran ion
antara Cr3+ dan H+ menggunakan zeolit sebagai penukar ion adalah salah satu
metode untuk memurnikan air dari ion kromium. Zeolit adalah senyawa
aluminosilikat tetrahedral dengan struktur ikatan 3-dimesi, memiliki pori
bagian dalam, dan luas permukaan yang tinggi, karena itu dapat digunakan
sebagai adsorben. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh
waktu kontak optimum, suhu, dan konsentrasi kromium terhadap kapasitas
penyerapan. Tahap pertama adalah mencampur zeolit yang telah diaktifkan dengan larutan
kromium (10 ppm kromium) dalam tangki berpengaduk pada 25oC. Selanjutnya
larutan diambil setiap 60 menit hingga konsentrasi residu larutan kromium
konstan. Proses adsorpsi dilangsungkan pada suhu berbeda yaitu: 25, 30, 35, 40, 45, dan 50 oC. Untuk uji
adsorpsi isotermal, pada suhu dengan hasil penyerapan terbaik divariasikan
konsentrasi kromiumnya yaitu: 10, 20, 40, 60, dan 100 ppm. Dosis adsorben yang
digunakan adalah 3 gram adsorbent/200 mL larutan krommium dengan kecepatan
pengaduk 240 rpm. Larutan kromium dideteksi dengan menggunakan Atomic
Absorption Spectroscopy (AAS) atau Spektroskopi Serapan Atom. Waktu kontak
optimum diperoleh 3 jam menggunakan zeolit yang diaktifkan dengan asam,
diperoleh nilai adsorpsi optimum 99,275%. Proses adsorpsi berjalan secara
eksoterm, memiliki ?Ho = -3.9574,6 J/mol dan ?So = -117.227 J/moloK. Model
isotermal adsorpsi mengikuti isoterm Freundlich menurut persamaan Qe =
0,044463C1/2,5125, kapasitas penyerapan Kf = 0,044463 mmol/gram adsorben, dan
intensitas adsorpsi n = 2,5125.
Penulis: Lisanti Emelda,
Suhardini Martiana Putri, Simparmin Ginting
Kode Jurnal: jpkimiadd130431