PEMANFAATAN KITOSAN DARI CANGKANG RAJUNGAN (Portonus sanginolentus L.) SEBAGAI PENGAWET IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp) DAN IKAN LELE (Clarias Batrachus)

Abstrak: Penggunaan  senyawa  anti  mikroba  yang  tepat  dapat  memperpanjang  umur  simpan  suatu  produk serta  menjamin  keamanan  produk.  Untuk  itu  dibutuhkan  bahan  sebagai  anti  mikroba  yang  alami supaya  tidak  membahayakan  bagi  kesehatan.  Penggunaan  kitosan  untuk  menghambat  aktivitas mikroba  pada  ikan  kembung  (Rastrelliger  sp)  dan  ikan  lele  (Clarias  batrachus)  akan  diuji efektivitasnya.  Pada  penelitian  ini  kitosan  yang  digunakan  sebagai  anti  mikrobia  diekstraksi  dari cangkang  rajungan  (Portunus  sanginolentus  L.).  Kitin  dan  kitosan  yang  berhasil  diekstraksi dikarakteristik  hasilnya  meliputi  pengujian  kadar  air,  kadar  abu,  dan  derajad  deasetilasi.  Kitosan setelah dikarakteristik, digunakan sebagai anti mikroba ikan kembung (Rastrelliger sp) dan ikan lele (Clarias  batrachus).  Kitosan  dilarutkan  dalam  asam  asetat  1%  dengan  variasi  konsentrasi  kitosan 1%, 1,5%, 2%, dan 2,5%. Lama waktu penyimpanan ikan: 0 jam, 10 jam, 15 jam, 20 jam, dan 25 jam. Hasil  penelitian  kitosan  berbentuk  butiran/  bubuk,  kadar  air  5%,  kadar  abu  2%  serta  derajat deasetilasi  yakni  sebesar  61,08%.  Hasil  uji  larutan  kitosan  terhadap  ikan  menunjukkan  bahwa pengawetan  ikan  dengan  cara  perendaman  yaitu  penambahan  kitosan  1,5%  merupakan  variabel terbaik dan dapat memperpanjang umur simpan ikan selama lebih dari 5 jam sedangkan pengawetan ikan  dengan  cara  penyemprotan  variabel  terbaik  yaitu  penambahan  kitosan  2,5%  dan  dapat memperpanjang umur simpan ikan kurang dari 5 jam.
Kata kunci: kitosan, rajungan, ekstraksi, derajat deasetilasi
Penulis: Rika Silvia, Sari Wahyu Waryani, Farida Hanum
Kode Jurnal: jpkimiadd140376

Artikel Terkait :