EKSTRAKSI OLEORESIN DARI KAYU MANIS BERBANTU ULTRASONIK DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT ALKOHOL

Abstract: Oleoresin kayu manis merupakan campuran komplek antara resin dan minyak atsiri sebagai hasil ekstraksi kayu manis dengan menggunakan pelarut organik. Oleoresin banyak digunakan sebagai pewarna dan flavor dalam industri makanan. Komponen utama dalam minyak atsiri kayu manis adalah cinnamic aldehyde. Pada umumnya ekstraksi kayu manis menggunakan cara perkolasi atau soxhlet dengan berbagai pelarut. Beberapa studi ekstraksi oleoresin yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa penggunaan pelarut polar lebih baik dibandingkan pelarut non polar. Pemilihan pelarut yang digunakan untuk ekstraksi harus mempertimbangkan pelarut GRAS (Generally Recognized as Safe) dan juga parameter kelarutan Hildebrand. Penelitian ini menggunakan metanol, etanol, dan isopropil alkohol sebagai pelarut untuk mengekstraksi oleoresin dari kayu manis yang menggunakan ultrasonik. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh waktu dan intensitas ekstraksi berbantu ultrasonik dan juga menentukan model laju ekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu optimal dan intensitas optimal masing-masing adalah 66 menit dan 20%, sedangkan kadar oleoresin yang dihasilkan dengan pelarut metanol, etanol, dan isopropil alkohol berturut-turut  sebesar 22,86%, 17,87%, dan 14,64%, dimana hasil ini relatif sama dengan hasil ekstraksi dengan menggunakan metode konvensional. Studi kinetika menunjukkan bahwa model laju ekstraksi orde dua lebih sesuai untuk penelitian ini dan dari hasil penelitian diperoleh nilai konstanta laju ekstraksi, k berturut-turut 0,098; 0,057; dan 0,089
Keywords: konstanta laju esktraksi; oleoresin; pelarut polar; ekstraksi berbantu ultrasonik
Penulis: Bakti Jos, Bambang Pramudono, Aprianto
Kode Jurnal: jpkimiadd110090

Artikel Terkait :