Analisis Proses Pembelajaran Siswa Tunanetra dalam Memahami Segiempat di SLB Taman Pendidikan dan Asuhan Jember Kaitannya dengan Tingkat Berpikir Geometri Van Hiele
Abstrak: Indra peraba menjadi
komponen penting bagi siswa tunanetra untuk belajar. Karena kehilangan fungsi
indra penglihatnya, siswa tunanetra cenderung meraba suatu benda untuk
mengenali benda tersebut baik bentuknya, panjangnya, kasar atau halusnya. Oleh
karena itu, siswa tunanetra menggunakan huruf
braille dalam kegiatan membaca
dan menulis dimanadibutuhkan kepekaan raba yang tinggi dalam memahami huruf
braille. Teori Van Hiele sangat berkaitan erat dengan pembelajaran geometri
sekolah. Teori tersebut membagi proses berpikir yang digunakan seseorang dalam
pembelajaran geometri menjadi 5 tingkat. Penelitian ini menggunakan metoda
observasi, metode wawancara dan tes.
Dari paparan data sesuai deskriptor tingkat berpikir Van Hiele, dapat diketahui
bahwa siswa berada pada tingkat 0 visualisasi dengan visualisasi secara
taktual, karena cara siswa melihat dan mengerti suatu bangun datar segiempat
dengan meraba. Tingkat berpikir geometri siswa seperti ini menurut Van Hiele
adalah pravisualisasi.
Penulis: Susanto
Kode Jurnal: jpmatematikadd120155