ANALISIS PERCEPATAN GETARAN TANAH MAKSIMUM WILAYAH YOGYAKARTA DENGAN METODE ATENUASI PATWARDHAN
Abstract: Gempabumi merupakan
peristiwa alam yang sangat merusak dalam hitunggan waktu yang sangat singkat.
Sebagai contoh gempabumi Yogyakarta yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006
dengan kekuatan 6,4 SR. Gempa tersebut
banyak sekali memakan harta dan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisa dan mengetahui sebaran nilai
percepatan getaran tanah
daerah Yogyakarta dan untuk
mengetahui tingkat risiko
kerusakan yang diakibatkan
gempa di daerah tersebut periode 1980-2010. Data yang
digunakan dalam penelitian ini bersumbert dari USGS dengan skala magnitudo ≥ 4
SR, pada batasan 110°04 BT - 110°08 BT dan 7°5 LS - 8°2 LS.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode atenuasi Patwardhan. Metode ini dipilih karena lebih sesuai dengan hasil verifikasi riil di lapangan sebagaimana telah dilaporkan oleh Sucipto,
2010 bahwa gempa merusak yang terjadi
di Yogyakarta tercatat rata
-rata memiliki intensitas antara
V-VII MMI. Metode ini digunakan untuk
menganalisis nilai percepatan getaran tanah dan nilai intensitas gempabumi
sebagai acuan untuk mengetahui daerah yang rawan mengalami kerusakan akibat
gempa.
Berdasarkan hasil penelusuran data USGS diketahui bahwa sebagian besar
wilayah Yogyakarta didominasi gempa berskala
5 SR dengan tingkat seismisitas yang tinggi,
dimana gempa-gempa berskala menengah ke
atas sering terjadi di wilayah ini. Selanjutnya, setelah dilakukan analisa data
dengan menghitung nilai percepatan
getaran tanah diketahui bahwa nilai percepatan getaran tanah maksimum di
daerah ini berkisar antara 50-60 gal.
Sebaran daerah yang rawan mengalami kerusakan akibat gempa berkonsentrasi di
kabupaten Bantul serta beberapa daerah Kulon Progo dan Gunung Kidul.
Penulis: Adam Haris, Irjan
Kode Jurnal: jpfisikadd130262