AMPLIFIKASI IN VITRO DAN IN VIVO FRAGMEN 0,4 KB D-LOOP mtDNA SAMPEL FORENSIK

ABSTRAK: Daerah DNA  mitokondria  (mtDNA)  manusia yang mempunyai tingkat polimorfisme tertinggi adalah  D-loop.  Urutan  nukleotida  D-loop  mtDNA  dapat  dijadikan  alat  untuk  menentukan  identitas genetik  seseorang.  Saat ini  aplikasinya banyak digunakan untuk memecahkan kasus-kasus di bidang forensik.  Isolasi  fragmen  0,4  kilobasa  (kb)  D-loop  mtDNA  dapat  dilakukan  dengan  mengekstrak mtDNA dari dalam sel, kemudian menggandakan (amplifikasi) mtDNA secara in vitro dengan metoda Polymerase  Chain  Reaction  (PCR)  dan  secara  in  vivo  dengan  metoda  Kloning.  Pada  penelitian  ini telah berhasil diamplifikasi secara  in vitro  fragmen    0,4  kb  mtDNA  sampel forensik  dengan metoda PCR  menggunakan  primer  M1  (5’CACCATTAGCACCCAAAGCT-3’)  dan  M2  (5’GATTTCAC GGAGGATGGTG-3’)  dan  secara  in  vivo  dengan  metoda  kloning  menggunakan  vektor  pGEM-T dalam  sel  inang  Eschericia  coli  JM  109.  Identifikasi  hasil  PCR  dilakukan  dengan  metoda elektroforesis  gel  agarosa  1%  menggunakan  pewarna  fluorisen  Etidium  Bromida.  Sedangkan  sel rekombinan  hasil kloning diseleksi menggunakan media selektif mengandung antibiotik ampisilin dan zat  pewarna  kultur  rekombinan  yaitu  X-gal  dan  IPTG  sebagai  indusernya.  Identifikasi  plasmid rekombinan  yang  mengandung  fragmen  0,4  kb  D-loop  mtDNA  dilakukan  menggunakan  enzim restriksi  Pst  I.  Hasil  kloning  diperoleh  jumlah  koloni  putih  (sel  rekombinan)  :  biru  (sel  non rekombinan)  adalah  2  :  1.  Hasil  analisis  restriksi  enzim  PstI  pada  plasmid  rekombinan  diperoleh fragmen berukuran 3,4 kb, hal ini menunjukkan bahwa DNA insert berukuran 0,4 kb sesuai dengan fragmen mtDNA hasil PCR.  Plasmid  rekombinan  selanjutnya  digunakan pada penelitian  berikutnya, yaitu  penentuan  urutan  nukleotida  dengan  metode  sekuensing  sehingga  bisa  diketahui  identitas genetika dari sampel forensik yang dianalisis.
Kata kunci: D-loop mtDNA, PCR, kloning, enzim PstI, sampel forensik
Penulis: Mukhammad Asy’ari , A. Saifuddin Noer
Kode Jurnal: jpkimiadd060040

Artikel Terkait :