AKTIVASI ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN PADA ALAT PENGERING BERSUHU RENDAH
Abstract: Pengeringan
merupakan salah satu proses yang banyak digunakan pada produk pangan. Proses
ini umumnya menyebabkan kerusakan pada bahan pangan, disamping masih rendahnya
efisiensi energi. Salah satu alternatif pada proses pengeringan yaitu
penggunaan zeolit sebagai adsorben uap air. Proses pengeringan dengan
menggunakan zeolit sebagai adsorben ini memungkinkan operasi pengeringan
dilakukan pada suhu rendah sehingga sesuai untuk bahan yang tidak tahan panas.
Zeolit alam merupakan salah satu alternatif bahan adsorben. Akan tetapi zeolit
ini harus diaktivasi terlebih dahulu untuk mendapatkan zeolit dengan kemampuan
adsorpsi yang tinggi. Proses aktivasi pada zeolit akan merubah rasio Si/Al
zeolit, polaritas serta afinitas zeolit terhadap air dan meningkatkan pori-pori
zeolit Adsorpsi zeolit alam dilakukan dengan dua cara yaitu dengan NaOH dan
dengan panas. Pada aktivasi dengan NaOH, zeolit dicampur dengan NaOH 0,5-2N
selama 2 jam pada suhu 60-900C. Sementara pada aktivasi fisis, zeolit
dipanaskan pada 200-5000C selama 2-5 jam. Untuk mengetahui perubahan struktur
pori zeolit maka dilakukan analisa SEM dan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi
zeolit maka dilakukan analisa daya adsorpsi zeolit terhadap uap air pada
berbagai suhu dan berbagai kelembaban relatif. Hasil menujukkan bahwa pada
aktivasi dengan NaOH diperoleh kondisi aktivasi terbaik adalah NaOH 1N pada
pemanasan 700C dengan daya adsorpsi 0,171 gr uap air/gr adsorben. Sementara
untuk aktivasi dengan panas, kondisi aktivasi terbaik adalah pemanasan 3000C
selama 3 jam dengan daya adsorpsi 0,137 gr uap air/gr adsorben.
Penulis: Laeli Kurniasari,
Mohammad Djaeni, Aprilina Purbasari
Kode Jurnal: jpkimiadd110086